Usai Alexis, Kini Diamond Karaoke. Anies: Tidak Ada Tutup-Buka Tutup-Buka


SURATKABAR.ID – Dikarenakan pernah terbukti ada penggunaan narkoba, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut bakal segera menutup Diamond Club and Karaoke, Taman Sari, Jakarta Barat. Anies menyatakan bahwa ia sudah berdiskusi membahas masalah ini dengan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Yani Wahyu pada Senin (13/11/2017) kemarin. Hasil pembahasannya, ucap Anies, kedua pihak sepakat untuk menegakkan aturan dalam Peraturan Daerah (Perda) DKI Nomor 6 Tahun 2015 tentang Kepariwisataan.

“Lalu beliau (Yani) tanyakan, bagaimana langkah ke depan? Bagaimana kita jalankan Perda Nomor 6 itu? Kita ingin agar serius dalam cegah narkoba. Tidak ada tutup buka tutup buka,” kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (14/11/2017), dikutip dari cnnindonesia.com.

Berdasar Perda Kepariwisataan Pasal 99 yang berisi ketentuan soal pencabutan Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) bagi perusahaan hiburan malam yang terbukti meakukan pembiaran peredaran, penjualan, dan pemakaian narkoba dan/atau zat adiktif inilah keputusan penutuan Diamond club and Karaoke diambil.

“Begitu di situ ditemukan narkoba, maka tempat itu tidak bisa beroperasi. Dan saya ingin garis bawahi, kita bukan sekedar cari keterlibatan dan lain-lain,” katanya. “Jangan biarkan lokasi itu jadi tempat peredaran narkoba.”

Baca Juga: di Cina, Warga Ramai-Ramai Ganti Poster Yesus dan Salib dengan Foto Xi Jinping

Sikap ini pun diamil Anies karena dirinya mengaku melihat pada data peningkatan jumlah kasus narkoba yang melibatkan anak hingga 300 persen dalam tiga tahun terakhir. Nampak data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang menunjukkan, dari 12.929 kasus pada 2014, menjadi 17.300 kasus pada 2016. Kenaikan terbesar terjadi di lulusan universitas. Naiknya lebih dari 400 persen.

“Kita tidak akan kompromi karena ini anak-anak kita dan masa depan kita,” kata Anies.

Kondisi Diamond Karaoke sekarang ini masih disegel Satpol PP, berkenaan dengan temuan kasus narkoba yang melibatkan politikus Partai Golkar Indra J. Piliang bersama dua rekannya, Romi Fernando dan M Ismail Jamani pada September 2017 lalu. Ketiganya positif menggunakan sabu. Sebelum itu, pada April 2017 silam, Badan Narkotika Nasional (BNN) DKI Jakarta menemukan alat penghisap sabu di meja resepsionis. Sebanyak 16 orang dinyatakan positif mengonsumsi sabu.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaDivonis Penjara 1,5 Tahun, Buni Yani Akan Banding
Berita berikutnyaMengenaskan! Saat Siapkan Makanan, Pramugari Jatuh dari Pesawat