Dilaporkan Tim Setnov, Saut Malah Bergurau: Paling Juga Tidak Dihukum Mati


SURATKABAR.ID – Saut Situmorang yang merupakan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan dirinya tidak takut sehubungan dilaporkan ke Bareskrim Polri. Seperti diketahui, salah satu tim kuasa hukum Ketua DPR Setya Novanto telah melaporkan Saut Situmorang dan Ketua KPK Agus Rahardjo ke Bareskrim Polri.

“Orang berpikiran oh gampang ya KPK itu mundur kalau ditakut-takuti. Kita juga tidak takut. Masak takut sih?” papar Saut di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (9/10/2017). Demikian sebagaimana dikutip dari reportase Republika.co.id, Jumat (10/11/2017).

Saut pun mengaku tak khawatir dengan proses hukum yang sedang dilakukan Bareskrim. Ia justru sempat bergurau terkait hukuman pidana yang mungkin akan disangkakan kepada dirinya dan Ketua KPK Agus Rahardjo serta sejumlah penyidik lainnya.

“Ya kan paling juga saya tidak dihukum mati juga, ya? Memang vonisnya berapa tahun buat saya?” tuturnya sambal mengumbar senyum.

Baca juga: Sedih! TKW Ini Rekam Pengakuannya Dipaksa Layani Nafsu Bejat Anak dan Majikan

Ia juga menyebutkan bahwa hukum tidak boleh dibangun dengan dendam dan sakit hati mengingat Republik Indonesia merupakan negara beradab.

“Hukum tidak boleh dibangun dengan dendam, hukum tidak boleh dibangun dengan sakit hati, supaya negara kita lebih beradab. Itu saja,” tandas Saut.

Saut menambahkan, soal ihwal keaslian surat perintah pencegahan Ketua DPR RI ke luar negeri Setya Novanto yang dipermasalahkan oleh tim kuasa hukum Novanto ke Bareskrim Polri, KPK sudah melakukannya sesuai prosedur sebelum mengirimkannya ke Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM. Saut dengan tegas membantah tuduhan yang menyebut dirinya menandatangani surat tanpa persetujuan Ketua KPK Agus Rahardjo.

Baca juga: Resmi! KPK Kembali Tetapkan Setya Novanto Sebagai Tersangka Kasus E-KTP

“Sudah dong (sesuai prosedur) memang kita egaliternya di sini jalan dan kemudian itu kan pimpinan yang lain juga harus setuju begitu. Cuman kan waktu itu Pak Agus lagi di luar jadi yah saya tanda tangankan begitu biasanya. Masa sih saya tanda tangani surat kalau nggakdisetujui pimpinan lain, kalau nggak juga dikasih masukan dari teman-teman di bawah,” tutur Saut.