Hiii… Daerah Ini Kok Malah Budi Dayakan Lalat, Biar Apa?


SURATKABAR.ID – Lalat hitam akan dibudidayakan di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Pemerintah setempat menuturkan, lalat hitam akan digunakan sebagai pakan ternak di tempat pembuangan akhir (TPA) sampah. Inovasi pengembangan bahan organik untuk budi daya lalat hitam sudah mempelajari teknologinya.

Selanjutnya, tinggal belajar bagaimana budi daya lalat pada daerah-daerah lain yang telah melakukannya terlebih dahulu,” papar Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto di Situbondo, Sabtu (5/8/2017), melansir laporan Republika.co.id, Kamis (9/11/2017).

Ia melanjutkan, dengan mengembangkan inovasi budi daya lalat tersebut di TPA sampah, maka kehadiran lalat hitam tidak akan selalu membawa dampak buruk, melainkan bisa diolah menjadi pakan ternak.

Ia mengemukakan, inovasi lain yang telah dijalankan dalam hal pengelolaan sampah, katanya, adalah budi daya cacing yang digunakan untuk membusukkan sampah organik di TPA sampah dan kemudian telur dan cacingnya juga diolah menjadi pakan ternak dan ikan.

Baca juga: Malahayati—Laksamana Wanita Pertama Dunia Asal Aceh Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional

“Jika dihitung lagi, nilai tambah budi daya cacing menjadi lebih tinggi jika dimanfaatkan sebagai pakan ternak maupun pakan ikan,” bebernya.

Bupati Dadang menyebutkan terkait pengelolaan tempat pembuangan akhir sampah di Desa Sliwung, Kecamatan Panji. Kondisi standar yang wajib ada di kota Adipura adalah tidak adanya kebocoran gas metana dan tidak mencemari lingkungan sekitarnya.

“Pemerintah telah berinovasi dengan mengalirkan gas metana kepada penduduk yang berada di sekitar tempat pembuangan akhir (TPA) sampah, dan gas metana itu dibuat bahan bakar memasak sehari-hari atau sebagai pengganti elpiji,” ungkapnya.

Penuturan Bupati, saat ini gas metana di TPA Situbondo terus bertambah namun jumlah penduduk yang tinggal di lingkungan sekitar TPA tidak bertambah, atau hanya 10 KK yang memanfaatkan gas metana.

Baca juga: Tak Disangka! Riset Ini Ungkap Domba Ternyata Pintar, Bisa Kenali Wajah Manusia

“Oleh karena itu pemerintah daerah lewat dinas lingkungan hidup (DLH), sehingga kami pikirkan untuk membuat gas metana menjadi sumber listrik baru,” pungkasnya.