Pembubaran Ceramah, Banser Sebut Felix Siauw Tak Mau Terima ‘Surat Cinta’. MUI Dorong Dialog


SURATKABAR.ID – Terkait dengan pembubaran ceramah Felix Siauw di Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, Sabtu (4/11/2017), Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulaman Indonesia (MUI) Amirsyah meminta Barisa Seraguna  (Banser) Nahdlatul Ulama untuk menjelaskan peristiwa pemubaran tersebut. Ia menegaskan bahwa harus ada alasan signifikan terkait peristiwa itu.

“Kalau tidak ada alasan yang signifikan artinya itu tindakan yang ceroboh,”kata Amiersyah, Kamis (9/11/2017), dilansir dari laman tempo.co.

Amirsyah lantas menjelaskan bahwa di negara demokrasi, kebebasan berkumpul dan berpendapat itu dibenarkan oleh konstitusi. Maka dari itu, katanya, jangan sampai ada pihak-pihak tertentu yang bertindak bertentangan dengan ketentuan tersebut. “Harus ada jalan dialog yang perlu dilakukan dulu,” katanya.

Sementara itu, pembubaran ceramah Felix Siauw oleh Banser itu, dijelaskan oleh Wakil Sekretaris Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Jawa Timur, Ahmad Nur Aminudin, dikarenakan Felix tidak mau menyepakati tiga poin yang diajukan oleh Banser kepadanya. Ketiga poin itu adalah pertama Felix yang juga mantan tokoh Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) mau mengakui Pancasila da Negara kesatuan Republik Indonesia. Kedua, tidak mendakwahkan konsep khilafah dalam pengajiannya itu. ketiga, bersedia meninggalkan HTI yang sudah dibubarkan pemerintah.

“Namun Ustadz Felix menolak ‘surat cinta’ yang kami ajukan,” ucap Aminudin di Surabaya, Selasa, 7 November 2017 lalu.

Baca Juga: Sudah Punya 38 Anak di Usia 37 Tahun, Dokter Malah Suruh Wanita Ini Hamil Terus. Kenapa?

Aminudin menuturkan bahwa tiga poin tersebut sejalan dengan undang-undang. Maka, sesuai dengan ketentuan, tidak boleh ada individu atau kelompok yang berdakwah atau mengkampanyekan sistem negara di luar yang telah disepakati. “Kalau masih ada kampanye terselubung, itu sama saja merongrong NKRI,” katanya.

Sementara itu, mantan juru bicara HTI Jawa Timur, Rifan Wahyudi, mengtakan bahwa desakan Banser kepada Felix Siauw itu merupakan tindakkan tidak bijak. Hal itu dikarenakan mereka belum mendengarkan isi ceramah yang akan dibawakan Felix. “Mestinya dengarkan dulu dong ceramahnya. Kalau ada yang dinilai menyimpang, ingatkanlah. Bukan begini caranya,” pungkas Rifan.