Gempar! Ulama Madura Laporkan Megawati ke Polisi


SURATKABAR.ID – Salah satu ulama di pesantren Pamekasan, Jawa Timur, Mohamad Ali Salim melaporkan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, atas dugaan pencemaran nama baik Islam beserta para ulama yang berasal dari Pulau Madura.

Laporan ini pun dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Frans Barung Mangera. Seperti dilansir dari Tirto.id, Rabu (8/11), Frans menyebutkan bahwa pengaduan Megawati ini berhubungan dengan isi pidatonya ketika hari ulang tahun PDIP ke-44 pada Januari 2017 lalu.

Baca juga: Terbongkar! Serikat Buruh KSPI Blak-Blakan Soal Kebohongan Anies-Sandi

Ali menyampaikan bahwa di dalam pidato itu ada terucap kalimat yang dianggap menyinggung perasaan umat Islam. Begini kata-kata Megawati dalam pidatonya: “Para peramal masa depan. Mereka dengan fasih meramalkan yang akan pasti terjadi di masa yang akan datang, termasuk dalam kehidupan setelah dunia fana, yang notabene mereka sendiri belum pernah melihatnya.”

Menurut penjelasan Frans, Ali menganggap bahwa akan ada kehidupan setelah kematian, serta surga dan neraka yang memang ada. Ali mengaku sepengetahuannya di dalam Alquran sudah dijelaskan tentang hal itu. Ali mengaku tak mendengarkan pidato secara langsung, namun ia melihat videonya lewat YouTube.

“Lucu itu. Benar memang ada,” kata Frans.

Seperti diketahui, laporan atas dugaan yang sama terhadap Megawati juga pernah dilakukan pada Januari 2017 lalu. Namun sampai kini, terbukti bahwa Megawati tidak bersalah. Frans menyebutkan unsur pidana terhadap laporan Ali masih tetap harus dibuktikan.

Baca juga: Pengajian Felix Siauw di Bangil Dipaksa Bubar, Ternyata Ini Alasannya

“Ya pelaporan itu kan belum tentu pidana. Pelaporan nantinya akan diselidiki,” tutupnya. “Kan pasti kami tindaklanjuti apakah itu masuk unsur pidana nanti akan diselidiki oleh penyidik.”

Laporan terkait Megawati ini disertai tanda bukti laporan polisi nomor : LP/1447/XI/2017/UM/JATIM dan diajukan pada pukul 14.00 WIB. Pengaduan tentang Megawati terkait dengan dugaan pelanggaran mengenai barang siapa di muka umum menyatakan perasaan permusuhan, kebencian, atau penghinaan terhadap sesuatu atau beberapa golongan penduduk negara Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156 KUHP.