Mengejutkan! Usaha Wanita Ini Rugi Hingga Ratusan Juta, Dikira Penyebabnya Tuyul. Eh Ternyata…


SURATKABAR.ID – Penipuan jual beli ternyata masih marak terjadi. Tak hanya menyebabkan kerugian material, namun juga finansial. Bahkan baru-baru ini seorang pengusaha warung kelontong harus merasakan kerugian hingga ratusan juta rupiah, lantaran membeli barang dagangan dari orang asing.

Adalah Malem Ngena Beru Ginting, wanita berusia 47 tahun pemilik warung kelontong yang menjadi korban penipuan jual beli minyak goreng dengan modus baru, di mana pelaku melakukan modifikasi pada ukuran jeriken demi mengelabui pembeli, seperti dilansir Tribunnews.com.

Lantaran jumlah kerugian yang cukup besar, korban yang merupakan warga Dusun I, Desa Pasar Xm Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserang mendatangi Polsek Kutalimbaru dan menuturkan kejadian yang menimpanya kepada Kapolsek Kutalimbaru, AKP Martualesi Sitepu.

“Korban awalnya datang pada kami cerita soal kerugian usahanya. Semula, korban mengira usahanya itu merugi karena uang di tokonya dicuri tuyul,” terang AKP MArtuaalesi Sitepu, Selasa (7/11) malam, dikutip dari laman Tribunnews.com, Rabu (8/11/2017).

Baca Juga: Tegaskan Pembocor Sprindik Setya Novanto Bukan Pihak Internal, KPK Ungkap Fakta Penting Ini

Menurut laporan dari si korban, ia membeli minyak goreng sebanyak 200 kilogram. Namun setelah dijual kembali ke masyarakat sekitar, jumlah keseluruhan minyak yang terjual hanya 100 kilogram saja. Lantaran hal tersebut, total kerugian korban mencapai Rp 230 juta.

“Saat korban cerita pada saya, suaminya menelpon. Katanya penjual minyak goreng datang lagi ke warung menawarkan barang,” tambah mantan Kanit Reskrim Polsek Medan Kota tersebut, yang kemudian menduga adanya indikasi penipuan dan melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Ia lantas menurunkan perintah kepada Aiptu Rajendra Sitepu untuk mendampingi korban kembali ke rumahnya. Dan pada saat itu ada dua orang pelaku, yakni Chandra Gunawan (32, warga Jalan Tanjung Selamat beserta Benny Indra Pratama (21) warga jalan Setia Bakti Kromo, menawarkan minyak goreng.

“Karena kami mengindikasikan ada penipuan, anggota yang di lapangan bersama korban kemudian meminta pelaku menyediakan 200 kilogram minyak goreng. Setelah itu, korban dan anggota menimbang ulang minyak yang baru saja dijual,” tuturnya.

Baca Juga: Duh Memalukan! Fadli Zon Kritik Pernikahan Kahiyang, Netizen Balas Bongkar Kelakuan Putrinya

Setelah ditimbang ulang, terdapat selisih 40 kilogram minyak yang dibeli korban dari pelaku. Usai diinterogasi, diketahui bahwa dua tersangka tersebut merupakan “Jaringan Lampung” yang biasa melakukan penupian di sejumlah lokasi dengan cara serupa.

Berdasarkan hasil interogasi, polisi mendapatkan nama Alek alias Babeh (47) warga Jalan Rajasah, Gang Sibayak, Kelurahan Namo Gajah, Kecamatan Medan Tuntungan, yang merupakan bos dari aksi penipuan tersebut. Kepada polisi, tersangka mengaku melakukan modifikasi pada jeriken minyak goreng mereka.