Heboh! Warga Temukan Remaja Ini di Hutan, Tubuhnya Penuh Lintah


    SURATKABAR.ID – Seorang remaja laki-laki ditemukan oleh tim SAR gabungan di tengah hutan di Grumbul Gununganyar, Desa Krajan, Kecamatan Pekuncen, Banyumas, Jawa Tengah. Diketahui, nama remaja itu adalah Falik alias Alik. Ketika tim SAR menemukannya, kondisi badannya tampak kurus, ia kelaparan dan yang mengejutkan sekujur tubuhnya penuh dengan lintah hutan.

    Dilansir dari Kompas.com, Koordinator Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Banyumas, Ady Candra, Jumat (3/11/2017), pertama kali remaja ini ditemukan oleh Sakri dan Dasno, yakni warga dari desa setempat. Falik ditemukan di dekat Sungai Kalibacin, kurang lebih 3 jam perjalanan ke sana dari pemukiman, pada Kamis (2/11/2017).

    “Falik memang terlihat dalam kondisi kurus kelaparan waktu pertama kali ditemukan warga. Dia juga sempat meminta makanan kepada Pak Dasno, tapi ketika dibujuk untuk turun tetap tidak mau,” kata Ady Candra.

    Baca juga: Astaga! Ibu Hamil Ini Nekat Jual Diri di Facebook, Alasannya Tak Disangka

    Penemuan seorang remaja ini pun informasinya menyebar dengan cepat hingga sampai kepada Tagana. Ady akhirnya berinisiatif membentuk tim SAR gabungan bersama dengan unsur TNI, Polri dan Rapi, mereka bermaksud mengevakuasi remaja tersebut hari Jumat pagi sekitar pukul 10.15 WIB.

     “Perjalanan menuju lokasi sangat jauh, sekitar 4 jam. Tepat pukul 14.00 WIB, Tim SAR gabungan akhirnya menemukan korban dalam kondisi lemas dan sekujur tubuhnya dipenuhi pacet (lintah hutan),” katanya.

    Saat Tim SAR mengajaknya turun, korban malah sempat menolak. Menurut Ady, kondisi psikis korban sendiri sedang tidak stabil kala itu, seperti linglung. Berulang kali dibujuk, akhirnya korban mau dievakuasi, dan mereka pun sampai di pemukiman sekitar pukul 17.00 WIB.

    Baca juga: Miris, Awalnya Balita Ini Cuma Mau Check Up Malah Berujung Kehilangan Nyawa

    “Dalam perjalanan kami ajak ngobrol, korban sudah kembali responsif dan mengaku bernama Falik alias Alik, warga RT 003 RW 003 Desa Cipete, Kecamatan Cilongok. Usianya sekitar 15 tahun, ayahnya bernama Supriyanto dan nama ibunya Samsiah,” kata Ady.

    Lebih lanjut, informasi tersebut diteruskan ke Kepala Desa Cipete, dan pernyataan itu dibenarkan oleh pihak keluarga bahwa anaknya sudah sejak empat hari lalu meninggalkan rumah. Sebelum dipulangkan ke rumah, sudah lebih dulu petugas membawa korban ke Puskesmas Pekuncen supaya mendapatkan pemeriksaan medis.

    “Motif pastinya kami belum tahu, mungkin konflik keluarga. Tapi dari pengakuan keluarga, sebelum hilang, korban tidak sedang berkonflik dengan siapa pun, dia hanya pamit mencari burung,” tutupnya.