Rizal Ramli Tuding Sri Mulyani Bersekongkol untuk Jatuhkan Elektabilitas Jokowi


SURATKABAR.ID – Mantan Menkomaritim Rizal Ramli mengeluarkan tudingan serius terhadap Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani.

Seperti diwartakan jawapos.com, Rizal menyatakan jika Sri Mulyani sedang melakukan persekongkolan jahat untuk meruntuhkan elektabilitas Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019 mendatang.

Menurut Rizal, citra Jokowi dihancurkan melalui revisi UU tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

“Saya juga bingung, kadang-kadang prihatin. Apakah presiden mengerti atau enggak? Karena ini upaya dengan sengaja menggerogoti elektabilitas Pak Jokowi. Ini jelas upaya mendongkel dia, mengurangi elektabilitas dia,” ungkap Rizal.

Baca Juga: Jokowi: Saya Sebagai Presiden Tidak Pernah Mengeluarkan Izin untuk Reklamasi

Rizal meyakini ada keterlibatan Sri Mulyani, sebab pasal yang membebani masyarakat dengan iuran tambahan atas lebih dari 60 ribu transaksi selain pajak dalam draf revisi itu merupakan usulan pemerintah.

Salah satu langkah menjungkalkan elektabilitas Jokowi, menurut Rizal, Sri Mulyani menyetujui anggaran pembangunan gedung baru senilai lebih dari Rp 5,7 triliun.

“Saya tidak mau suudzon. Menteri keuangan kita sudah menyepakati gedung DPR Rp 5,7 triliun di APBN 2018, itulah penjelasannya mengapa partai-partai diam. Dengan gedung DPR baru, mereka tidak peduli rakyat akan dibebani oleh berbagai iuran,” sesal dia.

Rizal tidak sekedar menentang aturan yang dikritisi itu, ia juga menawarkan solusi. Menurutnya, ada cara yang lebih cerdas untuk meningkatkan penerimaan negara daripada harus “memeras” rakyat.

Ia mengusulkan membuat RUU PNPB lebih fokus pada sumber daya alam. Artinya, PNPB hanya dibebankan kepada perusahaan tambang minyak dan gas bumi (Migas), batu bara, nikel, emas, tembaga dan banyak lagi.

“Itu akan berkali-kali dapatnya, daripada ngumpulin uang kecil yang didapat dari pendidikan, kesehatan, yang sebetulnya hak rakyat. Di mana tugas negara yang wajib menyediakan itu secara gratis,” papar Rizal.

Baca Juga: Nyelekit! Begini Pedasnya Sindiran Rizal Ramli ke Jokowi dan Ahok

Rizal mengajak para aktivis maupun akademisi menolak pengesahan revisi UU PNPB.

“Kita lawan UU yang isinya pungutan enggak jelas ini. Sudah waktunya kita berpikir besar, termasuk bagaimana pemanfaatan sumber daya alam bisa betul-betul kita tingkatkan. Enggak ada artinya duit recehan ini. Saya mohon pemerintah berani juga sama yang besar, jangan cuma berani sama rakyat kecil,” tutur Rizal.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaSetelah Mendadak Terkenal, Selamet dan Nenek Rohaya Malah Lakukan Ini!
Berita berikutnyaBI Siap Realisasikan Rumah DP 0 Rupiah Milik Anies-Sandi, Tapi Ada Syaratnya