Koalisi Militer Pimpinan Arab Saudi Lancarkan Serangan Udara, 21 Orang Tewas


SURATKABAR.ID – Koalisi militer pimpinan Arab Saudi melancarkan serangan udara ke sebuah pasar di Provinsi Saadah, Yaman utara, Rabu (1/11/2017). Akibat serangan tersebut, dilaporkan ada 21 orang tewas.

Seperti diwartakan antaranews.com, serangan yang melanda kawasan luas di distrik Sahar, di perbatasan dengan Arab Saudi, itu mengubah lokasi tersebut menjadi tumpukan reruntuhan. Petugas medis mengumpulkan mayat dan meletakkannya dalam kelompok-kelompok.

Koalisi militer yang dipimpin oleh Arab Saudi sudah menggencarkan ribuan serangan ke Yaman. Mereka memburu gerakan bersenjata Houthi yang berasal dari Saadah. Saat ini, kelompok tersebut telah menguasai sebagian besar wilayah Malang.

Perang sengit yang telah berlangsung kurang lebih dua setengah tahun tersebut belum juga menemui tujuan utamanya, yakni mengembalikan kekuasaan pemerintah yang diakui oleh dunia internasional.

Baca Juga: Alexis Rutin Bayar Pajak Tahunan Hingga Rp 30 Miliar, Anies: Enggak Berkah Itu

Konflik bersenjata yang tak kunjung usai itu kini telah menimbulkan krisis kemanusiaan terburuk di dunia. Sedikitnya ada 10.000 orang tewas semenjak perang meletus.

Pekan lalu gerilyawan Syiah Yaman, Al-Houthi, yang memerangi koalisi pimpinan Arab Saudi –yang mendukung Pemerintah Yaman, menyatakan telah menembakkan rudal balistik ke pangkalan militer Arab Saudi di Provinsi Najran di perbatasan Arab Saudi.

Serangan tersebut dilancarkan beberapa jam setelah Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman dalam sebuah wawancara menegaskan jika pihaknya bakal terus memerangi gerilyawan Syiah Al-Houthi, yang didukung Iran.

“Kami melanjutkannya sampai kami dapat yakin bahwa tak ada yang akan terjadi lagi seperti Hizbullah, sebab Yaman lebih berbahaya dibandingkan dengan Lebanon. Itu berada di sebelah Bab al-Mandab sehingga jika sesuatu terjadi di sana, itu berarti 10 persen perdagangan dunia berhenti,” kata Salman dalam wawancara tersebut.