Siswi SMK Attholibiyah Mulai Lepas Cadar, Sekretaris Dinas Pendidikan Tegal Tunjukkan Foto Ini


SURAKABAR.ID – Semula, siswi di Sekolah Menengah Kejuruan Attholibiyah Bumijawa, Kabupaten Tegal, Diwajibkan untuk mengenakan cadar. Kini, aturan itu dicabut dan nampak para siswi sekolah yang terletak di daerah Pegunungan Desa Muncanglarang itu mulai melepas kain yang menutup wajah, kecuali mata, mereka.

Dilansir dari laman tempo.co, sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal Akhmad Was’ari telah mengonfirmasi bahwa benar siswi SMK Attholibiyah sudah tak mengenakan cadar lagi. Bahkan, ia menunjukkan foto para pelajar perempuan yang berkerudung warna putih tanpa cadar ketika sedang belajar. Para siswi dalam foto itu terlihat menutup bagian wajahnya dengan tangan dan kerudungnya. Sebagaian lainnya terlihat memalingkan wajah dari jepret kamera.

“Suasana belajar di SMK Attholibiyah per 31 Oktober 2017,” tulis Was’ari dalam keterangan foto tersebut melalui pesan WhatsApp.

Rabu (1/11/2017), Kepala Sekolah SMK Attholibiyah Kustanto Widyamoko mengungkapkan bahwa para siswi yang berjumlah sekitar 50 orang itu melepas cadar sejak hari Selasa, 31 Oktober 2017. “Jadi, kemarin, begitu kami sosialisasi ke siswi, mereka langsung melepas cadar,” kata Kustanto.

Baca Juga: Pelaku Teror New York Teriak Allahu Akbar Usai Tabrak Orang, di Mobilnya Terdapat Bendera ISIS

Kustanto menegaskan, diberhentikan aturan kewajiban mengenakan cadar tidak lantas menimbulkan protes dari siswi. Hal itu, lanjutnya, dikarenakan tidak ada pemaksaan kepada para siswi untuk melepas cadar. “Meskipun masih malu malu, mereka tidak masalah melepas cadar,” jelas Kustanto.

Aturan wajib memakai cadar di SMK Attholibiyah ini dicabut setelah ada teguran dari dinas pendidikan kepada pihak pengelola sekolah. Teguran itu didasarkan pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 45 Tahun 2014 tentang Seragam Peserta Didik di mana di dalamnya tidak mencantumkan cadar sebagai seragam. “Sebelumnya kami belum tahu. Setelah tahu ada aturan itu, kami tidak mungkin melanggar,” ujar Kustanto.

Meski demikian, Kustanto menjelaskan bahwa kewajiban memakai cadar tetap berlaku di lingkungan pondok pesantren Athholibiyah, sebagaimana sudah disepakati oleh dinas pendidikan. “Jadi di sekolah mereka lepas cadar, tapi di pesantren tetap memakai cadar,” tandas Kustanto.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaAnies Baswedan Ungkap Peran Sandiaga Uno dalam Penetapan UMP DKI 2018
Berita berikutnyaIndadari Muntah Belatung Usai Bercerai dengan Caisar. Apakah Guna-Guna?