Bocah SD Diancam Akan Dibunuh Karena ‘Mirip Ahok’, Begini Pengakuan Orangtuanya


    SURATKABAR.ID – Kasus perundungan atau bully kembali terjadi. Kali ini menipa JS, bocah SDN 16 Pekayon, Jakarta Timur..

    JS kerap dibully dan dipanggil mirip Ahok oleh teman-temannya. Akibatnya, JS merasa tertekan hingga takut untuk bersekolah.

    “Sudah nggak mau lagi sekolah di situ (SDN 16 Pekayon),” ujar orang tua JS, Albina Alverina, di Polsek Pasar Rebo, Selasa (31/10/2017) kemarin, dilansir detik.com.

    Sejak kasus pembullyan ini terjasi, menurut Albina sudah hampir dua minggu anaknya tak masuk sekolah. Meski telah dibujuk untuk kembali bersekolah, JS tetap menolak karena merasa takut.

    Baca juga: Mulai Hari Ini Operasi Zebra Digelar, Begini Ciri-Ciri Pengendara yang Jadi Incaran Polisi

    Bujukan Albina terhadap JS pun sama sekali tak mempan. “Saya nggak mau sekolah lagi ma, saya takut, saya antar, saya jemput tetap nggak mau sekolah lagi, saya jadi pusing,” kata Albina.

    Meski menolak untuk masuk sekolah di SDN 16 Pekayon, menurut Albina JS minta dipindah ke sekolah lain.

    Sementara itu, Kuasa Hukum Keluarga Albina, Achmad Budi Prayoga, mengatakan, pihaknya berharap proses mediasi bisa segera menghasilkan keputusan. Dengan begitu, JS bisa segera kembali ke sekolah, walaupun nantinya harus pindah ke tempat lain.

    “Segera secepatnya kalau bisa hari ini selesai dan bisa ditentukan sekolahnya. Karena dia tidak Ingin sekolah di sana lagi. Intinya kita cari yang terbaik untuk kelanjutan dan melihat keinginan anak juga,” jelas Achmad.

    Pihak kepolisian juga mengatakan sempat terjadi tindakan penusukan dengan pulpen kepada JS oleh teman-temannya. Namun, saat ini luka tersebut sudah sembuh dan dianggap tak parah.

    “Teman-temannya memang sering mem-bully dan mengejek mirip Ahok. Memang benar sempat ada insiden tangan siswa itu terluka akibat ditusuk pulpen temannya, tetapi tidak parah dan sudah sembuh, kenakalan anak-anak,” tutur Kasubdit Jatanras Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Hendy Kurniawan.