Heboh! Sekolah Ini Wajibkan Siswinya Pakai Cadar


    SURATKABAR.ID – Sebuah sekolah di Tegal membuat aturan wajib bagi murid wanita untuk mengenakan niqab atau cadar. Sekolah ini adalah SMK Attholibiyah di Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.

    Peraturan tersebut sempat menghebohkan warganet dalam beberapa hari terakhir ini. Ada sebuah foto menunjukkan kegiatan belajar mengajar di mana semua siswinya mengenakan cadar, foto ini pun viral hingga dibagikan oleh ribuan orang.

    Seperti dilansir dari Tempo.co yang berkunjung ke SMK tersebut pada Senin 30 Oktober 2017, benar adanya kalau suasana kelas di sana sama persis dengan yang ada di foto. Siswi sekolah yang berada di Desa Muncanglarang, sekitar 60 kilometer dari pusat kota Slawi tersebut, mengenakan seragam atasan warna putih, rok abu-abu serta jilbab putih. Sementara, wajah mereka tertutup cadar hitam.

    Baca juga: Terjerat Narkoba, Begini Foto-Foto Artis FTV Safitri Triesjaya Crespin yang Bikin Penasaran

    Saat itu, para siswi kelas X jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ) tengah mengikuti mata pelajaran matematika. Memang seluruh siswi memakai cadar, namun guru mereka tidak mengenakannya dan hanya memakai jilbab yang biasa-biasa saja.

    Menurut pengakuan seorang siswi bernama Puput Fiara, 17, memakai cadar ini memang merupakan peraturan sekolah itu. Dia pun mengaku mengenakan cadar dengan tidak terpaksa sebab hal itu sudah menjadi aturan dalam Islam.

    Puput sudah mengenakan cadar selama satu tahun terakhir ini. Ketika masuk sekolah itu, siswi asal Kalimantan itu telah mengetahui kalau ada aturan wajib bagi murid untuk memakai cadar. “Enggak masalah memakai cadar, orang tua juga sudah tahu dan mengizinkan,” ujar Puput.

    Hal itu pun dibenarkan oleh Kepala Sekolah Kustanto Widyamoko bahwa semua siswinya wajib memakai cadar. Baru berlaku dalam satu tahun terakhir ini, begini kata Kustanto soal aturan tersebut, “Ya sudah satu tahun ini, pemberlakuan pakai cadar.”

    Baca juga: Aksi Berani Pelajar Lawan Belanda Lewat Serangan Umum Empat Hari di Surakarta

    Selain harus memakai cadar, ruang kelas untuk murid perempuan dan laki-laki pun dipisah. Jumlah siswa siswi SMK itu sendiri adalah sekitar 90 anak yang dibagi ke dalam tiga kelas. “Siswa dan siswi dipisah,” ujarnya.

    Ketua Yayasan Attolibiyah Habib Sholeh yang membawahi sekolah, menyebutkan kalau aturan tersebut adalah bentuk inisiatif dari pengelola. Ini menjadi bentuk ikhtiar supaya siswa siswi di sana tak sampai terjerumus ke dalam tindakan maksiat. “Kami dari pengelola terus terang ingin menjaga anak-anak yang sudah dititipkan orang tua mereka. Jangan sampai mereka itu berpacaran, maksiat dan sebagainya,” paparnya.

    Tak hanya SMK, Yayasan Attholibiyah juga menjadi pembina Pondok Pesantren, Madrasah Ibtidaiyah (MI), serta Madrasah Tsanawiyah (MTs). Habib Sholeh menuturkan, aturan memakai cadar ini diberlakukan hanya untuk santriwati, baik di SMK ataupun MTs. “Kan ada siswi yang bukan dari santri pondok, itu boleh tidak pakai cadar,” kata dia.