Perjuangkan Korban, Bupati Tegal Pastikan Tuntut Perusahaan Petasan


SURATKABAR.ID – Terkait dengan tragedi ledakkan di pabrik petasan yang terletak di Kosambi, Tangerang, Banten, beberapa waktu lalu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tegal bakal menuntut pihak perusahaan petasan tersebut. Salah satu alasannya adalah karena tujuh orang warga Kabupaten Tegal yang menjadi korban dalam kejadian naas tersebut.

“Pemerintah Kabupaten Tegal akan menuntuk ke perusahaan petasan itu untuk bertanggung jawab. Harus ada asuransi dan kompensasi untuk para korban,” ujar Bupati Tegal Enthus Susmono, Sabtu (29/10/2017), dilansir dari laman jpnn.com.

Selain itu, Enthus juga sudah menginstruksikan kepada kepala desa dan camat untuk terus mendampingi keluarga korban tewas di pabrik petasan itu. juga temasuk Dinas Sosial Kabupaten Tegal yang turut mendampingi. Sampai sat ini, dirinya mengaku masih menunggu proses identifikasi terhadap para korban yang tengah dilakukan oleh kepolisian. “Kita masih menunggu kepastian korban itu,” katanya.

Enthus yang juga dikenal sebagai dalang nyentrik ini menyesalkan atas kejadian ledakkan di pabrik petasan itu. Oleh sebab itulah, katanya, pemerintah harus tegas terhadap pihak perusahaan petasan tersebut karena pabrik semacam itu cukup memiliki risiko dan membahayakan.

Baca Juga: Dikecam Karena Buka Celana Kekasih di Tempat Umum, Pedangdut Selvi Kitty Buka Suara, bukan Minta Maaf, Tapi…

“Kembang api itu juga termasuk petasan. Sudah pasti berbahaya. Makanya selama saya memimpin tidak pernah ada pesta kembang api di Kabupaten Tegal,” jelas Enthus.

Dari pihak korban, Rojianto (50) yang merupakan ayah dari salah satu tiga korban mengaku hingga saat ini belum mendapat kabar atau dihubungi oleh pihak perusahaan petasan itu. “Dari perusahaan tidak memberi tahu. Tidak ada kabar sama sekali,” katanya.

Meski demikan, Rojianto tetap menunggu kepastian dari pihak yang berwwenang. Termasuk terkait nasib salah satu anaknya yang dikabarkan masih hilang. “Keluarga masih cemas,” ucapnya lirih.

Sementara itu, Kepala Desa Balaradin Umar Utsman menyebut bahwa keluarga dari tiga kobran sudah pergi ke Jakarta untuk mengetahui dan memastikan kondisi keberadaan anggota keluarganya. “Keluarga korban yang hilang sudah kita antar ke Rumah Sakit Polri Kramatjati,” ucap Umar, Sabtu (28/10/2017).

Umar sendiri mengaku belum bisa memastikan nasib tiga korban itu lantaran proses identifikasi masih terus berlangsung. “Jadi kita masih menunggu proses identifikasi dari tim forensik sebelum memastikan tiga korban yang hilang itu,” katanya.

Diketahui bahwa tujuh warga Desa balaradin, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal adalah salah sekian korban ledakkan dan kebakaran pabrik petasan di Kosambi, Tangerang, Kamis (26/10/2017) lalu. Dari ketujuh korban itu, dua orang mengalami luka ringan, dua orang luka bakar 80 persen, sementara tiga sisanya masih belum diketahui.