Panglima TNI Akui Terima Surat dari Jenderal AS, Tak Diduga Isinya Seperti Ini


SURATKABAR.ID – Terkait penolakan masuknya Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo ke wilayah Amerika Serikat yang dikeluarkan oleh Pemerintah AS, diungkapkan bahwa Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Amerika Serikat Jenderal Joseph Dunford akhirnya mengirimkan surat kepada Panglima TNI.

Diakui langsung oleh Jenderal Gatot Nurmantyo, bahwa Jenderal Joseph Dunford menyampaikan permohonan maaf dan mengundang kembali dirinya ke Amerika Serikat. Namun Gatot Nurmantyo sepenuhnya menyerahkan kepada Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), seperti dilansir Republika.co.id.

Pasalnya, perihal keberangkatannya ke AS sebelumnya adalah atas perintah Jokowi, yaitu guna menghadiri acara Chiefs of Defense Conference on Countering Violent Extremist Organization (VEOs) yang menurut rencana diselenggarakan pada tanggal 23-24 Oktober 2017 kemarin.

“Saya sampaikan bahwa sekarang ini semuanya sudah saya serahkan kepada Presiden RI, saya akan berangkat hanya atas perintah Presiden RI, bukan inisiatif sendiri,” ungkap Gatot ditemui di lapangan Karebosi Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (25/10), dikutip Republika.co.id, Kamis (26/10/2017).

Baca Juga: Jenderal Gatot Bicara Soal Adu Domba TNI dan Polri

Lebih lanjut ia menuturkan bahwa insiden yang sempat menjadi perbincangan tersebut telah dilaporkan kepada Presiden RI, Menko Polhukam Wiranto dan Menlu RI Retno Marsudi. Lantaran hal itulah, masalah tersebut sudah mendapatkan penanganan langsung oleh Kementerian Luar Negeri RI.

Untuk diketahui, sebelumnya Kedutaan Besar (Kedubes) AS untuk Indonesia telah mengeluarkan pernyataan terkait penundaan penerbangan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan istri beserta delegasinya menuju AS terjadi lantaran ada kesalahan administratif.

“Pada Sabtu, 21 Oktober, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo beserta istri mengalami penundaan saat akan naik pesawat menuju Amerika Serikat karena kesalahan administratif,” demikian bunyi pernyataan Kedubes AS di Jakarta, Rabu (25/10), dikutip dari Tempo.co, Kamis (26/10/2017).

Baca Juga: Mengejutkan! Saldo Sebanyak Rp 255 Miliar Masuk ke Rekening Pria Ini. Dari Mana?

Namun meskipun demikian, baik Kedubes AS untuk Indonesia maupun Pemerintah AS tak memberikan penjelasan lebih lanjut ataupun alasan khusus terkait penolakan Panglima TNI memasuki wilayah AS. Hanya terucap janji dari Pemerintah AS, bahwa insiden yang menimbulkan ketidaknyamanan tersebut tak akan terulang kembali lain waktu.