Prabowo Usulkan Gerakan ‘Revolusi Putih’, Susi Pudjiastuti: Revolusi Putih Diganti Saja Dengan ‘Susinisasi’


SURATKABAR.IDKetua Umum Gerindra Prabowo Subianto mengusulkan adanya gerakan ‘Revolusi Putih’ kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Pemikiran ini datang pada Prabowo dengan tujuan untuk membangun karakter bangsa yang sehat dan kuat dengan menjadikan susu sebagai konsumsi rakyat Indonesia setiap hari. Kata ‘putih’ dalam Revolusi Putih identik dengan warna susu.

Namun ternyata usulan atau pemikiran Prabowo Subianto tersebut mendapat banyak penolakan dari beberapa pihak. Salah satunya adalah Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Susi lebih setuju jika Revolusi Putih yang memiliki arti sosialisasi susu sebagai konsumsi sehari-hari kepada anak-anak tersebut diganti ‘Susinisasi’.

Istilah ‘Susinisasi’ ternyata merujuk pada namanya sendiri sebagai Menteri KKP yang sedang mengampanyekan gerakan makan ikan nasional.

“Susinisasi itu maksudnya makan ikan. Jadi bukan minum susu saja, tapi makan ikan diperbanyak dong,” ujar Susi saat berbincang santai dengan wartawan di Ruang VIP Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, dikutip kompas.com, Jumat (21/10/2017).

Dari sudut pandang Susi, mengkonsumsi susu memang tidak ada salahnya namun ada masalahnya. Susu memang bergizi namun pasokannya untuk di tanah air ini dapat dibilang sangat terbatas. Indonesia sendiri lebih banyak mengimpor susu daripada memproduksi sendiri.

Baca Juga: Didukung Seluruh Kader Gerindra Maju Pilpres 2019, Prabowo Pede Bilang Begini

Jenis pangan yang lebih jauh berlimpah dan bisa menjadikan generasi penerus menjadi sehat dan kuat adalah ikan. Indonesia ini kaya akan ikan, harga ikan sendiri juga jauh lebih murah.

Jadi, Susi berpendapat, mengonsumsi ikan lebih banyak menuai manfaat. Baik kepada diri sendiri ataupun kepada peningkatan ekonomi nasional.

“Kalau makan ikan hasil produksi dalam negeri diuntungkan nelayan dan sebagainya. Jadi, pilih mana? Ikan dong. Jadi menurut saya, Revolusi Putih diganti saja dengan ‘Susinisasi’,” kata Susi yang kemudian disusul dengan tawa.

Setali tiga uang dengan Susi, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek juga lebih setuju jika makanan bergizi yang digunakan adalah ikan.

“Saya agak enggak setuju. Susu kalian tahu dari mana? Dari sapi. Cukup enggak sapi kita? 250 juta penduduk mesti dapat dari mana,” kata Nila di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (26/10/2017).

Menurut Nila, mencukupi gizi anak-anak di Indonesia tidak harus melalui susu. Ada makanan lain yang memiliki gizi sama dengan susu, tetapi pasokannya jauh lebih berlimpah untuk mencukupi kebutuhan seluruh anak di Indonesia. Makanan tersebut tidak lain adalah ikan.

“Kalau Pak Prabowo bilang protein, ya kami mendorong. Makan protein itu dari ikan begitu banyak kok,” pungkas Nila.