Gerindra, PKS, dan PAN Menolak, DPR Tetap Sahkan Perpu Ormas


SURATKABAR.ID – Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat mengesahkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan (Perpu Ormas) menjadi Undang-Undang. Hasil ini didapat melalui mekanisme voting. Sebelum itu, sidang paripurna sempat diskors sekitar dua jam guna memberi kesempatan untuk setiap fraksi saling melobi.

“Dari hasil lobi belu dicapai musyawarah, maka telah disepakati pengambilan keputusan berdasarkan voting,” kata wakil ketua DPR Fadli Zon di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 24 Oktober 2017, dilansir dari laman tempo.co.

Sidang paripurna ini dihadiri oleh 455 anggota DPR. Fadli menjelaskan, voting dilakukan per fraksi. Diketahui juga bahwa ada tiga fraksi dari sepuluh fraksi yang menyatakan menolak dijadikannya Undang-Undang Ormas ini.

Tiga fraksi yang menyatakan menolak itu adalah fraksi Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Amanat Nasional (PAN). Sementara itu, tujuh fraksi sisanya menyatakan setuju agar Perpu Ormas ini dijadikan Undang-Undang.

“Kita telah mendapatkan hasil bahwa dari anggota yang hadir, 314 setuju dan 131 tidak setuju. Dengan demikian, dengan mempertimbangkan berbagai catatan dari fraksi maka rapat menyetujui Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang tentang Nomor 2 Tahun 2017 menjadi Undang Undang,” ujar Fadli.

Baca Juga: Terbongkar! Pasangan Ini Ternyata Sesama Jenis. Karena Hal Ini, KUA Tak Curiga saat Menikahkan Mereka

Fadli yang merupakan politisi Partai Gerindra ini menyebut bahwa pada saat kesempatan lobi lobi antar fraksi tadi, sudah disepakati bahwa perpu ini bakal segera direvisi. “Ada kesepakatan revisi jika diperlukan,” ucap Fadli.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, mengungkapkan bahwa pemerintah bersikap terbuka terkait dengan revisi Perpu Ormas ini. Namun, pihaknya mengaku bahwa belum ada bahasan norma norma mana yang akan diubah atau direvisi itu. “Kan soal revisi kan panjang. Kayak Undang Undang tentang Terorisme saja direvisi bisa setahunan lebih,” tandasnyaa.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaSyahrini: Semoga Tahun Depan Saya Sudah Menjadi Ustadzah
Berita berikutnyaAnies Akui Pertemuan dengan Pengembang Reklamasi, Tomy Winata Malah Bilang Begini