Membakar Seragam Sebagai Aksi Protes, PPDI Hanya Punya Satu Tuntutan ke Presiden Jokowi


SURATKABAR.IDJika sebelumnya banyak masyarakat yang mengeroyok Anies – Sandi untuk merealisasikan janji – janjinya pada saat kampanye, sekarang giliran Presiden Jokowi yang harus menerima teriakan dari masyarakat yang menuntutnya untuk menepati janjinya kepada masyarakat.

Mencapai ribuan massa perangkat desa dari sejumlah daerah di Indonesia berunjuk rasa di depan Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (24/10/2017). Seruan mereka hanya satu, menagih janji Presiden Joko Widodo.

Massa yang tergabung dalam Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) tersebut menyuarakan tuntutannya lewat seruan-seruan dari atas podium yang kemudian disambut pengunjuk rasa lainnya.

Diwartakan jpnn.com, seruan terlihat dari spanduk-spanduk yang dikibarkan. Misalnya PPDI dari Kecamatan Sruweng, Kebumen, Jawa tengah. Dalam spanduk yang digantung di pagar kawat berduri, mereka hanya menuliskan satu kalimat, “Menagih Janji Presiden”.

Dalam aksi tersebut massa PPDI juga melakukan pembakaran seragam cokelat muda yang mereka kenakan. Setidaknya ada tiga orang yang melakukan pembakaran

“Ini sebagai bentuk kekecewaan kami, membakar baju seragam ini. kami kecewa janji untuk mengangkat kami menjadi PNS tak kunjung dilakukan,” ujar salah seorang pengunjuk rasa.

Baca Juga: Fadli Zon Menilai, Ada Kemunduran Hukum dan Demokrasi di Era Jokowi

Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI)‎ yang menggelar aksi di depan Istana Negara Jakarta, Selasa (24/10/2017) hanya menyuarakan tuntutan. Mereka ingin Presiden Joko Widodo menunaikan janji kampanyenya untuk mengangkat para perangkat desa menjadi pegawai negeri sipil (PNS).

Koordinator aksi PPDI Gatot Suyatman mengatakan, tidak ada agenda lain dari unjuk rasa itu kecuali menagih janji presiden yang beken disapa dengan panggilan Jokowi itu.

“Jadi hanya itu saja. Bagaimana solusinya kami serahkan ke presiden,” ujar Gatot di sela-sela aksi.