Perusahaan Ini Pekerjakan Ribuan Karyawan Asal Tiongkok, WNI Tak Diizinkan Masuk


    SURATKABAR.ID – PT Well Harvest Winning Alumina Refinery (PT. WHW AR) merpakan perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja asing (TKA) dari Tiongkok. Dilansir dari laman jawapos.com, TKA yang bekerja di perusahaan ini semakin masif. Disinyalir ada ribuan TKA asal Tiongkok yang bekerja di perusahaan yang berlokasi di Kecamatan Kendawangan , Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat ini.

    Sementara itu, pihak DPRD Provinsi Kalbar sendiri mengaku belum pernah menerima laporan resmi dari imigrasi terkait dengan adanya tenaga kerja asing asal negeri tirai bambu di PT. WHW AR itu. Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Komisi I DPRD Provinsi Kalbar, Zulkarnaen Siregar. Ia menegaskan bahwa disinyalir ada indikasi kelalaian dari Kantor Iigrasi Kelas I Pontianak berkenaan dengan keberadaan serta jumlah TKA Tiongkok yang bekerja di perusahaan pengolahan dan pemurnian bauskit menjadi alumina tahap I tersebut.

    “Bahkan, jumlah TKA asal Tiongkok yang bekerja di perusahaan pengolahan dan pemurnian bauksit menjadi alumina tahap I itu jumlahnya sekitar 3.000 hingga 4.000 orang. apakah keberadaan ribuan tenaga kerja asing itu sudah sesuai prosedur atau tidak. Apakah mereka itu legal atau illegal di Kalbar?” kata Zulkarnaen.

    Zulkarnaen yang merupakan anggota DPRD Dapil Kota Pontianak ini juga menyebut bahwa PT WHW sudah menyiapkan lokasi untuk pembangnan apartemen karyawan yang luasnya mencapai 200 hektar. Mirisnya, kata Zulkarnaen, keberadaan TKA asal Tiongkok ini yang jumlahnya diperkirakan mencapai ribuan itu tidak diketahui oleh camat maupun lurah setempat.

    Baca Juga: Struktur Misterius Ribuan Tahun lalu Ditemukan di Arab Saudi, Benarkah Itu Gerbang Kuno?

    “Ironis sekali. Pihak Imigrasi, camat serta lurah tidak mengetahui secara pasti ihwal keberadaan jumlah tenaga kerja asing asal Cina yang jumlahnya mencapai sekitar 3.000 hingga 4.000 pekerja di PT WHW. Kan aneh itu, di Kabupaten Ketapang ada negara di dalam negara. Apalagi tidak ada aparat keamanan serta pihak Imigrasi dan Bea Cukai di kawasan tersebut,” tandasnya.

    Belum selesai di situ, Zulkarnaen mengaku semakin prihatin ketika tahu bahwa ternyata Warga Negara Indonesia (WNI) tidak ada yang duduk di jajaran manajemen PT WHW. “Semua posisi dan jabatan penting di jajaran manajemen PT WHW itu orang Cina. Warga negara Indonesia tidak boleh masuk di jajaran manajemen perusahaan termasuk di jajaran personalianya. Bahkan, orang Indonesia atau pribumi tidak boleh masuk ke kantor manajemen PT WHW serta tidak ada tulisan yang berbahasa Indonesia. Semuanya tulisan Cina,” ucapnya.

    “Ada kandungan apa sebenarnya di dalam itu selain alumina. Boleh jadi ada emas, ada titanium serta bahan-bahan lainnya makanya PT WHW terkesan tertutup. Saya takut seperti yang terjadi di PT Freeport Indonesia. Izinnya mengambil tembaga, namun kenyataannya kandungan emas yang lebih besar. Bisa jadi di PT WHW ada emas serta titanium juga,” pungkas Zulkarnaen.