Dikira Sudah Sekolah, Banyak Orang Kaget Saat Tahu Usia Bayi ‘Raksasa’ Ini! Ada Kisah Memilukan Dibaliknya


 

SURATKABAR.ID – Barangkali bayi ini layak masuk nominasi sebagai bayi terberat di dunia. Pasalnya, banyak orang yang terkecoh saat melihat Luis Manuel, nama dari bayi berjenis kelamin laki-laki ini. Saat melihat fotonya, orang-orang banyak berpikir bahwa dia sudah sekolah. Ada juga yang menyebut bahwa bocah ini paling tidak berusia 2 tahun. Tapi semua orang kaget saat mendengar usia Luis Manuel yang sebenarnya. Bayangkan saja, usia Luis sebenarnya saat ini masih 10 bulan!

Siapa sangka jika dibalik tubuhnya yang ‘raksasa’ itu, Luis menyimpan cerita sedih. Dia mengalami kondisi di mana dia terus merasa lapar. Asupan makanan dan susu berlebih membuat badannya jadi membengkak. Tak tanggung-tanggung, bayi asal Tecoman, Colima, sebuah daerah di barat Meksiko ini punya bobot 30 kg! Sejumlah pakar medis menyebut Luis Manuel mengalami sindrom Prader-Willi. Ini adalah sebuah kondisi yang bisa memicu serangan jantung pada anak-anak. Demikian laporan The Sun via laman Grid.ID, Jumat (20/10/2017).

Kondisi kesehatan nan langka ini membuat seorang yang mengidapnya akan merasa lapar terus, pertumbuhan yang tak terkendali, sehingga daya ototnya berkurang. Diperkirakan, Luis kini menjadi bayi tergemuk di dunia, meski belum ada pihak yang memastikannya.

Dan malangnya lagi, untuk mengobati penyakit ini ternyata tak murah—terutama bagi keluarga Luis. Luis harus menjalani suntik hormon, di mana satu suntikan saja bisa mencapai Rp 7 juta. Menurut Isabel Pantoja—ibu Luis, putranya itu pada awalnya lahir normal dengan berat 3,5 kg. Namun setelah itu badannya terus membengkak.

Baca juga: Cerita Daniel Kish, Pria Tuna Netra yang Mampu ‘Melihat’ Melalui Suara

“Dia sering tak bisa tidur karena merasa sesak dengan kondisi badan yang dia alami,” sebut Isabel dengan pilu.

Berhubungan dengan Kromosom dan Gen

Melansir reportase DetikHealth, sindrom Prader-Willi diketahui merupakan kelainan genetik langka yang mempengaruhi 1 dari 25.000 anak. Anak-anak yang lahir dengan sindrom ini memiliki berbagai masalah neurologis dan perkembangan kompleks yang berlanjut hingga dewasa.

Kondisi ini dapat menyebabkan kesulitan kognitif dan gangguan perilaku, masalah berat badan, masalah dalam mengendalikan amarah dan kesulitan dalam bersosialisasi.

Sindrom Prader-Willi umumnya berhubungan dengan kromosom 15 dan gen OCA2. Anak-anak dengan sindrom ini akan dilahirkan dengan sakit-sakitan, memiliki kontrol otot yang lemah dan memiliki berat badan di bawah normal pada awalnya.

Apa Penyebabnya?

Sindrom Prader-Willi disebabkan oleh mutasi gen yang ditandai dengan tidak berfungsinya otak hipotalamus dan kelenjar pituitary sehingga menimbulkan gangguan hormon.

Gejala

Pada bayi, sindrom Prader-Willi memiliki gejala sebagai berikut:

  • Rendahnya kemampuan tonus otot atau otot istirahat,
  • Fitur wajah berbeda, mata berbentuk almond, penyempitan kepala, bibir atas tipis dan kesulitan mengisap,
  • Gagal tumbuh,
  • Kurangnya koordinasi mata,
  • Kurangnya respons terhadap rangsangan.

Gejala sindrom Prader-Willi biasanya akan tampak jelas pada usia 1 sampai 4 tahun. Pada awal masa anak-anak, sindrom Prader-Willi memiliki gejala sebegai berikut:

  • Nafsu makan yang tak terpuaskan dan selalu lapar, sehingga dapat menaikkan berat badan dengan cepat,
  • Perkembangan organ s*ks tertinggal,
  • Pertumbuhan dan perkembangan fisik yang buruk,
  • Ketidakmampuan belajar,
  • Perkembangan motorik tertunda,
  • Kesulitan berbicara biasanya baru bisa bicara setelah usia 2 tahun,
  • Masalah perilaku,
  • Gangguan tidur,
  • Skoliosis (kelengkungan yang abnormal dari tulang belakang),
  • Rabun jauh (miopia),
  • Kulit lebih terang dibandingkan dengan anggota keluarga lainnya.

Baca juga: Hiii… Begini Penampakan Hewan Purba yang Ditemukan Mati di Pantai Perancak

Pengobatan

Terapi hormon pertumbuhan dapat dilakukan untuk merangsang pertumbuhan, meningkatkan fungsi otot dan menurunkan lemak tubuh. Studi baru juga menunjukkan terapi hormon oksitosin dapat membantu mengurangi gejala dari sindrom Prader-Willi ini.