Utang Indonesia Naik Rp 1.282 Triliun dalam 3 Tahun, Ini Jawaban Simpel Pemerintah


SURATKABAR.ID – Per akhir September 2017, utang pemerintah tercatat sudah mencapai angka Rp 3.886 triliun. Lantas, jika dihitung dari akhir 2014, maka utang pemerintah ini sudah bertambah Rp 1.282 triliun. Atas hal itu, Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution menyebut bahwa utang pemerintah tersebut digunakan untuk hal yang produktif. Dengan demikian, menurutnya, penambahan utang bukan suatu hal yang harus dikhawatirkan.

“Kalau meminjam untuk sesuatu yang produktif, itu pada dasarnya (masih) oke,” kata Darmin di kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, kamis (19/10/2017), dilansir dari laman kompas.com.

Darmin menjelaskan bahwa dana utang itu memang digunakan pemerintah untuk membantu pembangunan infrastruktur, mulai dari jalan hingga pelabuhan, secara masif di seluruh Indonesia. Namun, dirinya mengaku, pemerintah belum bisa mengkalkulasikan apakah pembangunan infrastruktur itu sudah seimbang dengan nilai utang yang ditarik dalam kurun waktu 3 tahun itu. Sedangkan terkait dengan dampaknya, Darmin mengatakan bahwa dampak pembangunan infrastruktur tidak akan bisa langsung dirasakan dalam waktu dekat, tapi butuh waktu.

Baca Juga: Menyedihkan! Menangkan Undian 18 Miliar, Nasibnya Malah Jadi Begini

“Utang digunaan untuk yang produktif. Kalau konsumtif itu misalnya untuk subsidi BBM, itu kan konsumtif. Kalau ini kan enggak karena kita digunakan untuk pembiayaan (pembangunan infrastruktur,” jelas Darmin.

Berbicara soal catatan ekonomi di 3 tahun Jokowi-JK, beberapa waktu lalu Darmin sempat memaparkan berbagai capaian ekonomi pemerintah, Bahkan, ia yakin para ekonom bakal ‘angkat topi’ bila melihat berbagai indikator ekonomi makro tersebut. Pertumbuhan ekonomi Indonesia dinilai terus membaik di sekitar 5 persen dalam 3 tahun terakhir ini. pada 2015, ekonomi Indonesia tumbuh 4,88 persen. Kemudian tumbuh jadi 5,02 persen di 2016 dan diperkirakan di tahun 2017 bakal mencapai 5,01 persen.

Selain itu, Darmin memaparkan, Produk Domestik Bruto (PDB) meningkat dari Rp 41,9 juta per tahun 2014 menjadi Rp 47,9 juta per tahun 2016. Laju inflasi pun menurun dari 4,49 persen secara tahunan pada September 2014, menjadi 3,72 persen secara tahunan pada September 2017.