Jokowi Berniat Bahas Densus Tipikor Minggu Depan, Begini Tanggapan Tegas MUI


    SURATKABAR.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa pembentukan Detasemen Khusus Tindak Pidana Korupsi (Densus Tipikor) di Polri masih merupakan usulan.

    Menurutnya, pembahasan soal pembentukan Densus Tipikor masih akan dilakukan minggu depan. Jokowi pun meminta awak media mencari penjelasan lebih mendalam pada Menko Polhukam Wiranto.

    “Rencana itu masih usulan, pekan depan kami bahas dalam rapat terbatas. Lebih lengkap ke Pak Menko Polhukam,” ujar Jokowi saat ditemuai di Hotel Borobudur Jakarta, Kamis (19/10/2017), dilansir republika.co.id.

    Sementara itu, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Zainut Tauhid Saadi mengatakan bahwa pihaknya menyambut baik rencana pembentukan Densus Tipikor yang digagas Polri.

    Baca juga: Tak Mau Terus di Bawah, Anies Akan Maju Pilpres 2019?

    Zainut menyebut bahwa detasemen khusus yang mengurusi tindak pidana korupsi ini bisa membendung korupsi yang marak terjadi. Meski begitu, Zainut berharap adanya pengaturan tugas agar tak tumpang tindih dengan institusi serupa, yakni Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

    “Mengingat pentingnya upaya pemberantasan tindak pidana korupsi maka MUI dapat memahami rencana itu,” tutur Zainut.

    Lebih lanjut, Zainut mengatakan bayaha korupsi kini telah merambah dalam semua bidang kehidupan. Untuk itu, diperlukan kerja sama antarlembaga penegak hukum dan tak cukup ditangani KPK saja.

    MUI, menurut Zainut menyambut baik segala usaha yang dilakukan untuk memberantas korupsi yang menjadi musuh bagi rakyat dan negara.

    Selain itu, MUI berharap tak perlu ada kecurigaan antar pihak yang satu dengan yang lain agar dapat ditemukan solusi untuk memberantas korupsi dan menyelamatkan uang negara.

    Dengan begitu, pembangunan nasional dapat ditingkatkan hingga manfaatnya bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia.

    Baca juga: Anggota DPR Tanya ke KPK: Gimana Agar DPR Tidak Korup Lagi?

    “MUI bersama-sama dengan ormas Islam lainnya akan terus berpartisipasi aktif dalam pencegahan tindak pidana korupsi sebagai bentuk tanggung jawabnya kepada umat, bangsa dan negara,” tegasnya.