Demi Hal Ini, Mbah Wongso Jauh-Jauh Datang dari Suriname ke Indonesia


SURATKABAR.ID – Namanya Sugiran Wongso Taroeno, nama panggilannya Wongso. Mbah Wongso aslinya memang pria Jawa namun lahir di Suriname, sebuah negara bekas penjajahan Belanda pada 13 Februari 1937. Dan ini merupakan kali pertama pria berusia 80 tahun itu datang ke Indonesia untuk mengikuti program Family pilgrim yang difasilitasi KBRI Paramaribo.

Ia jauh-jauh datang ke Indonesia dari Suriname hanya untuk melacak keberadaan keluarganya. Kala itu saat ditemui, Wongso mencari-cari foto sekumpulan orang berpose dengan seorang pria tua yang mengenakan kemeja dan celana panjang putih di tengah.

“Yang baju putih itu paman saya, usianya 99 tahun. Dia tinggal di Kulonprogo, Yogyakarta,” kata Wongso Taroeno saat ditemui di sebuah hotel di Surakarta, Rabu (18/10/2017), seperti yang diwartakan oleh Kompas.com

Baca juga: Bikin Haru! Demi Kesembuhan Buah Hati, Bapak Ini Dorong Gerobak dari Madiun ke Surabaya

Mbah Wongso menyebutkan jika saat pertama kali bertemu dengan keluarganya di Kulon Progo Yogyakarta, ia ingin mengetahui kehidupan ayahnya di Indonesia dan mencari tahu alasan ayahnya sampai pergi ke Suriname.

Wongso lalu bercerita dengan menggunakan bahasa Jawa Ngoko dan diselingi beberaap kosa kata Bahasa Belanda, mengenai sejarah ayahnya.

“Saya tidak tahu tahun berapa bapak saya tiba di Suriname. Cuma katanya waktu pertama kali datang dia berusia 18 tahun,” tambah bapak delapan anak ini.

Memang sebelumnya, ayahnya pernah bercerita alasannya jauh-jauh pergi ke Suriname.

“Di masa mudanya ayah saya senang main kartu, tentunya pakai uang. Biasanya dia dapat uang dari ibunya sebagai upah mengasuh adik-adik saat ibunya pergi berjualan tempe ke pasar,” kenang Wongso.

Baca juga: Ekspresi Jokowi Saat Lantik Anies dan Ahok Beda Banget, Pakar Ungkap Fakta Mengejutkan Ini

Tetapi pada suatu hari, papar Wongso lebih lanjut, ayahnya tak mendapat uang seperti biasa dia marah lalu pergi dari rumah. Kemudian ada temannya yang mengajaknya ke Suriname karena disana terdapat banya uang. Di Suriname, ayah Wongso bekerja sebagai pekerja di pertambangan bauksit, yang jejaknya kemudian dilanjutkan Wongso sampai pensiun di usia 60 tahun.

Terkait pertemuan dengan keluarga di Yogya, Wongso menyebutkan pamannya akan berulang tahun yang ke-100. Dan  meminta keluarga di Suriname untuk datang lantaran ayah Wongso masih memilikiw arisan tanah. Namun Wongso ingin tanah itu dibagikan keluarga di Indonesia saja karena ia sudah lama hidup di Suriname.

Selama di Indonesia, Mbah Wongso dan 20 orang lainya dari Suriname keturunan Jawa akan berkunjung ke Bali, Surabaya, Malang, Surakarta, Jogja, Semarang, dan berakhir di Jakarta.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaSandi Mengklaim Penghentian Reklamasi adalah Mandat dari Rakyat
Berita berikutnyaTerkuak! Dokumen Rahasia Amerika Serikat Memuat Laporan Tentang Penggulingan Soekarno dan PKI