Bukan Orang Indonesia, Pendiri Kopassus Ternyata Bule Mualaf. Siapa Dia?


SURATKABAR.ID – Sejarah tentang berdirinya TNI tentu sudah banyak yang tahu. Tapi, bagaimana dengan Kopassus (Komando Pasukan Khusus)?

Tak banyak yang tahu soal sejarah pasukan khusus yang satu ini. Padahal, pendirinya bukan orang Indonesia, melainkan seorang bule Belanda.

Kisah tentang Kopassus berawal di tahun 1952. Kala itu, Panglima Siliwangi, Kolonel Alexander Evert Kawilarang, merasa terganggu dengan gerombolan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia yang bergerilya di Jawa Barat.

Hal ini membuatnya teringat ide yang diciptakanya bersama almarhum Slamet Riyadi untuk mendirikan pasukan khusus.

Baca juga: Bukan Cuma Dongeng, Jack Sparrow Ternyata Bajak Laut Muslim asal Inggris

“Untuk melawan gerakan-gerakan gerombolan yang mobil itu, saya perhitungkan, perlu dibentuk suatu kesatuan yang terlatih bertempur, secara kesatuan kecil sampai dengan dua orang saja dan all round. Dan itu harus diciptakan, diadakan.” tulisnya di autobiografi AE Kawilarang: Untuk Sang Merah Putih (1989), dilansir tirto.id.

Berbekal ide ini, Kawilarang akhirnya menemukan seseorang yang dianggap cocok melatih pasukannya. Dia adalah mantan perwira pasukan khusus Belanda yang telah menetap dan menjadi warga Indonesia.

Bule asal Belanda ini bernama Rokus Bernardus Visser atau dikenal juga sebagai Mohammad Idjon Janbi.

Kawilarang kemudian memanggil pria yang 5 tahun lebih tua darinya itu. Ia kemudian menjelaskan niatnya untuk membentu pasukan komando. Kawilarang juga meminta Idjon menjadi pelatih.

Niat Kawilarang disambut baik oleh Idjon. Idjon pun mendapatkan pangkat Mayor untuk melatih pasukan tersebut.

Hingga akhirnya, pada 16 April 1952, Kesatuan Komando (Kesko) terbentuk di Divisi Siliwangi. Setelah pelatihan yang berat, setiap anggotanya memakai badge bertuliskan “Komando” di lengan kirinya.

Kawilarang pun cukup puas dengan kinerja pasukan ini setelah berhasil menghalau DI/TII di Jawa barat pada 1953.

Pasukan ini kemudian beberapa kali berganti nama. Mulai dari Kesko Siliwangi, Kesatuan Komando Angkatan Darat (KKAD) pada 18 Maret 1953, Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD) pada 22 Juli 1955, serta Pusat Pasukan Khusus AD (Puspassus AD) dan Komando Pasukan Sandi Yudha (Kopassanda) juga pernah dipakai oleh pasukan ini.

Baca juga: Kampung Poligami Sidoarjo, Satu Pria Punya Istri Segini Banyak

Sejak didirikan, pasukan ini terus berkembang dan menjadi berkompi-kompi jumlahnya. Idjon juga menjabat sebagai komandan hingga 1956.