Panglima TNI Dianggap Cocok Jadi Cawapres Jokowi, Tapi Tak Penuhi Syarat Ini


SURATKABAR.ID – Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo merupakan salah satu tokoh yang dinilai pantas mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Pilpres 2019 mendatang.

Namun, Peneliti Indikator Politik, Dodi Ambardi memiliki pandangan berbeda soal Gatot. Bahkan, ia menyebut Gatot belum memenuhi syarat sebagai Cawapres Jokowi.

Dodi menerangkan, minimal terdapat tiga kriteria yang harus dimiliki cawapres yang akan mendampingi Jokowi. Hal ini adalah profesionalitas, bsia bekerja sama, dan memiliki suara Muslim.

“Ini yang harus bisa dicari. Memang ada beberapa nama yang cocok mendampingi, tapi belum semua memiliki kriteria tersebut,” tutur Dodi, Jumat (13/10/2017), dilansir republika.co.id.

Baca juga: Gagal Dilaksanakan Duet Jokowi-Ahok, Anies akan Lanjutkan Program Ini?

Lebih lanjut, Dodi mengatakan bahwa dari hasil survey yang dilakukan lembaganya, nama Panglima TNI memang muncul. Apalagi, Gatot dikneal memiliki peran dalam sejumlah kegiatan masyarakat yang bersifat keagamaan.

Dia pun mulai menjadi perhatian publik dan mendapatkan simpati dari umat Muslim di Indonesia. Terlebih, beberapa kalangan umat Muslim merasa tak suka dengan kepemimpinan Jokowi saat ini.

Salah satunya adalah soal Peraturan Pemerintan Pengganti Undang-Undang (Perppu) Ormas yang dianggap mengekan kebebasan sejumlah ormas Islam di Indonesia. Maka, tak salah jika akhirnya Gatot dianggap cocok mendampingi Jokowi dan mewakili suara umat Muslim.

“Kelompok muslim saat ini merasa belum terwakili. Dan Gatot bisa masuk di situ,” tuturnya menerangkan.

Namun, Dodi menilai Gatot belum bisa memenuhi syarat bisa bekerja sama dengan Jokowi. Pasalnya, tak jarang Jokowi menyinggung kinerja TNI dan Polri yang menunjukkan adanya intrik antara Jokowi dan Gatot.

Selain itu, ketika Pilpres nanti, Gatot telah pensiun dari dunia militer yang membesarkan namanya. Sehingga, akan baginya mengerahkan massa untuk meningkatkan elektabilitas Jokowi sebagai calon presiden.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaPrajurit Hajar Pria Penghina TNI, AD Minta Maaf
Berita berikutnyaFahri Hamzah: Tak Usah Ngomong Ahok