Wanita Penghibur Dibayar Pakai Duit Palsu, Ini yang Terjadi Saat Uangnya Dipakai Belanja


SURATKABAR.ID – Seorang wanita penghibur melapor polisi karena uang yang digunakannya untuk membeli paket internetan ditolak penjaga konter lantaran uang yang digunakannya itu palsu. Ia pun kaget dan memilih untuk melapor polisi. Lantas, setelah digali informasinya, ternyata uang tersebut diperoleh wanita penghibur ini dari seorang pria bernama Sunardi alias Berok (30) yang tadi malam ia layani. Sunardi pun dengan segera ditangkap polisi.

Dilansir dari tribunnews.com, peristiwa ini bermula saat Sunardi mengencani wanita penghibur muda. Sebelum ke wisma untuk mencari teman kencan, Sunardi juga membeli minuman keras terlebih dahulu. Kemudian, singkat kisah, Setelah nafsunya terpuaskan, Sunardi membayar wanita ini dengan uang palsu. Lokasi kencan antara Sunardi dan wanita ini adalah di area lokalisasi Sumber Agung, Cepu, Kabupaten Blora.

Sunardi merupakan warga Desa Pilang, Kecamatan Randablatung, Kabupaten Blora. Ia membayar wanita yang dikencaninya itu dengan upah senilai Rp 700.000. Atas perbuatannya itu, Sunardi yang sehari-harinya bekerja serabutan itu akhirnya dibekuk Tim Buser Polres Blora tanpa memberi perlawanan pada Senin (9/10/2017) di rumahnya.

Baca Juga: Sekjen PDIP Sebut Ada yang Ajukan Menteri Susi Maju di Pilakada Jabar

Untuk keperluan pemeriksaan, Sunardi dikurung di tahanan Polres Blora. Bersamanya, kepolisian juga turut menyita barang bukti berupa uang pecahan Rp 100 ribu sebanyak 7 lembar. “Waktu itu tersangka datang sendirian, dengan membeli minuman dan mengencani seorang P*K,” kata Kasat Reskrim Polres Blora, AKP Herry Dwi, Selasa (10/10/2017).

Herry menceritakan, pada saat itu, tersangka menyuruh seorang P*K untuk membeli minuman sekaligus menemaninya. Ia menyodorkan uang Rp 200 ribu. “Tanpa curiga uang palsu itu diterima dan memberikannya minuman,” ujarnya.

Setelah itu, lanjut Herry, tersangka meminta seorang P*K berhubungan badan dengan membayarnya Rp 300 ribu. P*K tersebut pun tanpa menaruh curiga langsung menerima permintaan Sunardi. Namun semua berubah ketika P*K ini mengguanak uang bayarannya itu untuk membeli pulsa kuota internet. Ia mendapati bahwa uangnya itu ternyata palsu. Iapun ditemani saksi Subandriyo (30) melapor ke polisi terkait uang palsu itu.

“Korban melaporkan kejadian yang dialaminya ke Polsek Cepu dan langsung ditindaklanjuti. Kurang dari 48 jam, pelaku berhasil diamankan Tim Buser,” terang Herry.

AKP Herry menjelaskan, Sunardi ternyata adalah bagian dari sindikat peredaran uang palsu yang ada di Kabupaten Jepara. Atas perbuatannya, Sunardi dijerap Pasal  26 ayat2 dan 3 juncto Pasal 36 ayat 2 dan 3 UU RI nomor 7 tentang mat auang, sub Pasal 245 KUHP dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara. “Kasus ini masih kami kembangkan, untuk mengungkap sindikat uang palsu lainnya,” tandas Herry.