Pasca Dituding Hina Panglima TNI, Nikita Mirzani Balik Melaporkan Sejumlah Pihak ke Polisi


SURATKABAR.ID – Pasca dituding telah menghina Panglima TNI, sebanyak tiga organisasi masyarakat dan dua akun media sosial balik dilaporkan oleh selebritas Nikita Mirzani. Niki melaporkan sejumlah pihak tersebut atas tuduhan telah melakukan fitnah akun Twitter yang mengatasnamakan dirinya. Fitnah itu berkaitan dengan komentar terkait Panglima TNI Jenderal  Gatot Nurmantyo.

Melalui Muannas Alaidid selaku kuasa hukumnya, Nikita melaporkan Ketua Umum Gerakan Pemuda Anti Komunis Rahmat Himran, Aliansi Advokat Islam NKRI di Sumatera Selatan, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Muda Sam Aliano.

Nikita juga melaporkan pengelola akun Instagram @PKI_terkutuk65 dan pengelola akun Facebook Aria Dwiyatmo. Demikian sebagaimana disitir dalam laporan CNNIndonesia.com, Selasa (10/10/2017).

“Biar laporan ini yang akan membuktikan bahwa kami menjamin Twit itu palsu dan mereka pantas dipertanggungjawabkan secara hukum,” paparnya di Mapolda Metro Jaya, Senin (9/10/2017).

Baca juga: Menohok! Suaminya Disindir Soal Jam Rp 400 Juta oleh Netizen, Ini Kata Dewi Perssik  

Informasi Palsu

Muannas juga menuturkan, Rahmat dilaporkan lantaran dinilai telah memberikan keterangan bohong terkait tudingannya pada Nikita. Rahmat memang melaporkan Nikita terkait kicauan di akun Twitternya, namun laporan itu rupanya dianggap kurang barang bukti oleh pihak kepolisian.

Di samping itu, Aliansi Advokat Islam NKRI Sumatera Selatan juga dilaporkan karena telah membuat laporan kepada pihak kepolisian dengan menggunakan data palsu.

Untuk Aliano, lanjut Muannas, dilaporkan karena telah meminta Komisi Penyiaran Indonesia untuk mencekal Nikita tayang di sejumlah program stasiun televisi.

“Dia mengajukan cekal ke KPI sehingga berdampak Nikita dinonaktifkan dalam satu acara di stasiun televisi swasta dan kemudian ada acara off air yang berdampak pada Nikita usai laporan itu,” bebernya.

Kendati begitu, Muannas mengungkapkan, pihaknya belum mendapatkan nominal seberapa besar kerugian yang dialami oleh Nikita.

Selain itu, dua akun dengan nama @PKI_terkutuk65 dan akun Facebook atas nama Aria Dwiyatmo dilaporkan karena dinilai telah meng-capture dan menyebarkan informasi palsu soal unggahan di Twitter tersebut.

“Menurut jejak digitalnya diketahui sebagai penyebar pertama kali itu @PKI_terkutuk65 kemudian disebarkan secara luas oleh akun Facebook bernama Aria Dwiyatmo, dari situlah capture itu tanpa konfirmasi terlebih dahulu sekalipun Nikita telah membantah dalam akun Instagram,” urainya kemudian.

Cuitan di akun @NikitaMirzani yang dipersoalkan itu diunggah pada 30 September 2017. Akun itu menulis “Film G30S/PKI kurang seru, seharusnya Panglima Gatot juga dimasukkan ke dalam Lubang Buaya pasti seru.”

Laporan Nikita diterima dengan Nomor Polisi : LP/4878/X/2017/PMJ/Dit.Reskrimsus tertanggal 9 Oktober.

Baca juga: Gang Potlot, Bekas Pabrik Pensil yang Jadi Penghasil Banyak Musisi Hebat

Kelima terlapor itu dikenakan Pasal 35 Jo Pasal 51 ayat 1 dan Pasal 29 jo Pasal 45 ayat 3, Pasal 28 ayat 1 jo, Pasal 45 ayat 2 Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan UU RI Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.