Simpatisan Jonru Gelar Penggalangan Dana, Untuk Apa?


SURATKABAR.ID – Jon Riah Ukur Ginting atau yang akrab dikenal dengan nama Jonru Ginting mendapat dukungan dari para simpatisannya. Sekelompok netizen yang bersimpati pada Jonru menggelar penggalangan dana melalui media sosial. Hal itu dimaksudkan untuk membantu Jonru yang saat ini tengah menghadapi masalah hukumnya setelah dirinya ditetapkan oleh kepolisian sebagai tersangka atas dugaan kasus ujaran kebencian.

Dalam penggalangan dana tersebut, netizen simpatisan Jonru ini menggunakan foto Jonru yang sedang memakai baju tahanan berwarna oranye dan disisipkan pada bagian samping foto tersebut sebuah tulisan yang berbunyi, “Ayo sisihkan sebagian rezeki Anda. bantu saudara kita: Jonru Pejuang Aspirasi Umat Melalui Media Sosial”. Selain itu, dalam foto tersebut juga terdapat nomor rekening istri Jonru, Hendra Yulianti, sebagai tujuan donasi.

Atas hal itu, kuasa hukum Jonru, Juju Purwantoro, mengonfirmasi bahwa benar ada gerakan penggalangan dana yang diinisiasi oleh simpatisan pendukung Jonru. “Itu inisiatif netizen,” kata Juju melalui telepon, Minggu, 8 Oktober 2017 seperti diberitakan laman tempo.co. “Mereka mempertanyakan bagaimana melakukan penggalangan dana, makanya kami sarankan menggunakan rekening istrinya langsung.”

Baca Juga: Kahiyang Ayu Unggah Foto Prewedding, Bikin Baper

Lebih lanjut, Juju menjelaskan bahwa upaya penggalangan dana itu baru dimulai belum lama ini, baru berlangsung sekitar beberapa hari saja. ia juga mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut sudah dibicarakan dengan pihak keluarga Jonru sendiri. “Sudah dikomunikasikan ke Ibu Hendra,” ujar Juju.

Jonru Ginting sendiri menjadi tersangka setelah ada sebuah laporan dari advokat Muannas Al Aidid yang menuntutnya terkait dengan status pada situs media sosial Facebok yang diunggah Jonru. Dalam akun pribadinya itu, Jonru menulis bahwa Indonesia dijajah Belanda dan Jepang pada 1945, tapi pada 2017 dijajah etnis Cina. Atas hal tersebut, Polisi kemudian menjerat Jonru dengan menggunakan Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman di atas 5 tahun penjara.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaPolisi Pastikan Kasus Eggi Sudjana dan Munarman Masih Jalan Terus
Berita berikutnyaCewek Ini Habiskan Rp 7 Miliar untuk Operasi, Begini Hasilnya