Geger! Politisi Partai Golkar Terciduk Akibat Lakukan Suap Pada Hakim Untuk Bebaskan Terdakwa Korupsi


SURATKABAR.ID Operasi Tangkap Tangan KPK kembali menangkap lima orang terdakwa kasus suap dimana satu diantaranya adalah seorang politisi Dari Fraksi Partai Golkar.

Seperti yang telah diwartakan oleh tribunnews.com, tim Satgas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap lima orang dalam OTT di Jakarta pada Jumat (6/10/2017) malam.

Dari lima orang itu, dua diantaranya yakni petinggi Pengadilan Tinggi Sulawesi Utara (PT Sulut) berinisial S dan seorang anggota DPR dari Fraksi Golkar.

Penangkapan yang dilakukan oleh KPK tersebut dilatarbelakangi kasus suap yang dilakukan oleh lima orang terdakwa. Selain menangkap kelima terdakwa, KPK juga menyita uang uang tunai sekitar SGD 10.000. Uang tersebut disita dari sebuah mobil milik salah seorang pihak yang turut ditangkap di Jakarta.

Keterangan yang diberikan oleh narasumber menjelaskan bahwa uang di dalam mobil tersebut bukanlah pemberian pertama. Sebelumnya terdapat sejumlah pemberian lain yang jika dijumlah totalnya lebih dari ratusan ribu Dollar Singapura.

Baca Juga: KPK Gempar OTT Kepala Daerah, Ketua MPR: Kalau Terus Begini Habislah

Uang tersebut diduga kuat sebagai bentuk suap yang diberikan anggota DPR kepada S, agar S yang menjadi Majelis Hakim mengabulkan banding yang diajukan seorang terdakwa perkara korupsi yang ditangani Kejaksaan dimana terdakwa tersebut telah divonis bersalah di tingkat pengadilan pertama atau Pengadilan Tipikor Manado.

Wakil Ketua KPK, Laode M Syarief membenarkan dalam OTT ini, tim Satgas KPK menangkap aparat penegak hukum dan politisi. Meski Syarief belum mau membeberkan secara rinci identitas petinggi Pengadilan Tinggi Sulut dan anggota DPR serta pihak lain yang ditangkap maupun kasus hukum yang coba diamankan tersebut.

“Para pihak yang diamankan sedang diperiksa secara intensif oleh tim penyidik.. KPK memiliki waktu maksimal 1×24 jam untuk menentukan status mereka. Selengkapnya kami sampaikan di konferensi pers,” ujar Syarief.