Gawat! PNS di Daerah Ini Terancam Tidak Gajian 6 Bulan


SURATKABAR.IDPerasaan khawa tir dan resah melanda sedikitnya sejumlah pegawai negeri sipil (PNS) di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Pasalnya ada kabar dimana mereka terancam tidak akan menerima gaji.

Diwartakan jpnn.com selain ekeskutif dan legeslatif yang terancam tidak gaijian, hal serupa juga akan dialami para pegawai tidak tetap (PTT). Hal ini disebabkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2018 Provinsi Kalimantan Selatan belum disahkan.

Di dalam UU Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, jika APBD 2018 belum rampung hingga tahun 2017, penyelenggara pemerintahan terancam tidak akan menerima gaji.

“Kalau seperti itu, sanksinya semua tidak menerima haknya selama enam bulan berturut-turut selama 2018,” kata Sekretaris Komisi IV Lutfi Syaifuddin, Jumat (6/10/2017).

6 bulan bukanlah waktu yang sebentar, jika hal ini benar-benar harus dialami para PNS dan PTT Banjarmasin tentu saja hal tersebut dapat mengganggu kinerja pegawai negeri sipil (PNS) serta mitra kerja yang lainnya  termasuk kepala daerah nantinya juga akan merasakan dampak dari ini.

“Jika kondisi ini benar-benar terjadi maka akan sangat berpengaruh pada pembangunan. Kinerja akan berjalan lambat,” tambah Lutfi.

Baca Juga: Lagi Defisit! PNS Dilarang Banyak Mengeluh

Hal ini bukan sekali terjadi, jika orang mayoritas menilai bahwa menjadi PNS kebutuhan hidup terjamin bisa mendapatkan gaji rutin setiap bulan da nada dana pensiun, ternyata kasus tak terima gaji seperti ini juga dirasakan oleh para PNS.

Pada akhir tahun 2016 kemarin para PNS di beberapa kota akan mendapatkan berita buruk. Mereka terancam tidak akan mendapatkan gaji rutin bulanan selama empat bulan, mulai September sampai Desember 2016 seperti dilansir rumahsalam.com.

Jika tahun ini keterlambatan gaji karena APBN belum disahkan, keterlambatan gaji pada akhir tahun 2016 itu dikarenakan adanya pembekuan pencairan dana alokasi umum (DAU) sebesar Rp 19,4 triliun melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No 125/PMK.07/2016.