Apakah Akan Terjun ke Poltik Setelah Pensiun? Panglima TNI: Saya Masih Mikir-Mikir


SURATKABAR.ID – Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo yang akan segera pensiun menyatakan jika dirinya siap masuk dunia politik sebagai bentuk pengabdiannya terhadap bangsa.

Jenderal Gatot mengaku akan memperimbangkan untuk masuk di wilayah politik nantinya.

“Saya masih mikir-mikir. Tapi yang jelas setiap bangsa ini memanggil kapan pun juga, sebagai prajurit Saya siap,” ujar Gatot usai HUT ke-72 TNI di Cilegon, Banten, Kamis (5/10/2017), dikutip dari cnnindonesia.com.

Akan tetapi Gatot menyatakan jika dirinya sama sekali tidak memahami politik praktis. Pria kelahiran Tegal tersebut mengklaim jika dirinya hanya mengetahui tentang politik negara.

Baca Juga: Dituding Hina Panglima TNI, Nikita Mirzani: Gua Udah Tahu Orang yang Melakukan

Menurutnya, politik negara adalah sebuah pengabdian utama TNI kepada NKRI. Dia mengatakan jika pengabdian terhadap negara tersebut dinyatakan dalam bentuk pengorbanan kepada rakyat serta kesetiaan terhadap presiden.

“Jadi politik TNI itu ada di rangkuman dalam sumpah prajurit dan Sapta Marga TNI. Jadi di dalamnya pengabdian,” ujarnya.

Walaupun demikian, Gatot tetap menyusun rencana utamanya pasca pensiun adalah dengan banyak menghabiskan waktu bersama keluarga, terutama dengan cucunya. Pasalnya, selama tahun menjadi prajurit, ia mengaku hanya sekali mengambil cuti, yakni setelah enam kali operasi di lapangan.

“Tentunya sebagai manusia biasa ingin berkumpul lebih banyak dengan keluarga, anak, dan cucu saya,” ujar pria kelahiran 13 Maret 1960 tersebut.

Sementara itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengingatkan tentang larangan bagi anggota Polri, TNI dan PNS untuk masuk ke wilayah politis praktis.

JK memberikan contoh bagaimana Agus Harimurti Yudhoyono yang mundur dari TNI untuk bisa ikut serta dalam Pilkada DKI Jakarta.

“Kalau ingin berpolitik praktis, ya, keluar dulu seperti Agus. Bagus itu, kan,” ujarnya di Jakarta, Rabu (4/10/2017), dikutip dari tempo.co.