Tentara yang Profesional Itu Tidak Berpolitik dan Tidak Berbisnis


SURATKABAR.ID – Pada HUT ke 72 TNI, Pengamat militer Al Araf memberikan beberapa catatan perihal institusi yang dipanglimai oleh Jenderal Gatot Nurmantyo tersebut.

Catatan yang diberikan tersebut menurut Al Araf harus diperhatikan TNI guna menunaikan reformasi yang kini sedang mereka galakan.

Salah satu hal yang cukup penting bagi Al Araf adalah peradilan militer serta menciptakan tentara yang benar-benar profesional.

’’Tentara yang profesional itu tidak berpolitik dan tidak berbisnis,’’ jelasnya, Rabu (4/10/2017), dikutip dari jpnn.com.

Selanjutnya, ia mengatakan jika untuk menciptakantentara yang prosefional diperlukan empat hal utama. Yaitu, persenjataan yang modern, peningkatan kesejahteraan prajurit, program latihan yang lebih baik, dan pendidikan yang baik bagi para prajurit.

Masalah yang perlu segera dibereskan adalah mengenai transparansi dalam hal modernisasi alutsista. Al Araf mengatakan jika masih ada skandal dalam proses modernisasi persenjataan TNI.

’’Masih terdapat skandal-skandal dalam modernisasi alutsista,’’ lanjut Al Araf.

Baca Juga: Dituding Hina Panglima TNI, Nikita Mirzani: Gua Udah Tahu Orang yang Melakukan

Perihal kesejahteraan prajurit, Al Araf berpesan agar negara harus benar-benar memperhatikannya. Pasalnya, hal tersebut merupakan hal yang paling krusial bagi tentara. Hal yang perlu mendapat perhatian diantaranya mengenai fasilitas bagi para prajurit seperti barak, jaminan kesehatan, dan pendidikan.

Sedangkan soal pelatihan, ia berharap jika negara punya keberanian dalam menggelontorkan anggaran yang besar guna meningkatkan kualitas latihan para prajurit.

Hal lain yang juga perlu mendapatkan perhatian adalah mengenai pendidikan akademis seorang prajurit. Hal itu diperlukan sebab militer yang handal tidak hanya unggul dalam hal fisik.

Ia juga mengatakan jika sudah saat militer berubah sudut pandangnya mengenai ancaman negara. Al Araf mengatakan jika TNI meski fokus terhadap ancama dari luar.

Banyak persoalan keamanan yang perlu menjadi concern TNI. Misalnya, perbatasan antarnegara, konflik di kawasan seperti Laut Tiongkok Selatan, hingga pengiriman pasukan perdamaian dan kerja sama dengan militer negara lain.

Baca Juga: Panglima TNI Pasti Berpolitik, Tetapi…

Selain itu, Al Araf mengkritisi sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) terhadap Panglima TNI. Ia mendorong agar presiden lebih berani memosisikan diri sebagai pemimpin tertinggi militer.

’’Presiden harus berani mengoreksi kalau ada kekeliruan yang dilakukan panglima TNI,’’ tutur Al Araf.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaJonru Sangat Terbuka di Dunia Maya, Tapi Bagaimana Jika di Dunia Nyata?
Berita berikutnyaHmm… Ternyata Begini Cara Habib Rizieq Biayai Kehidupan Selama di Arab Saudi