Karma? Inilah yang Dialami Ratu Kecantikan Myanmar Setelah Berkomentar Pedas Tentang Militan Rohingya


SURATKABAR.ID – Shwe Eain Si, ratu kecantikan Myanmar baru-baru ini mengunggah sebuah video yang dianggap menyudutkan militan etnis Rohingya. Pada postingan tersebut, ia menuding militan ARSA (Tentara Pembebasan Rohingya Arakan) sebagai penyebab krisis di Rakhine.

Shwe Eain Si menuduh militan Rohingnya melakukan sebuah kampanye yang menggambarkan seolah-olah pihak mereka yang tertindas dan teraiaya. Ia berbicara di depan kamera dengan diselingi gambar grafis orang-orang dengan cipratan berdarah di wajah, dan bayi-bayi tak berbaju.

“Serangan ini sudah terlalu berlebihan, dan yang lebih disayangkan lagi adalah mereka dan pendukung internasional mereka melancarkan kampanye di media. Sehingga mereka dipersepsikan sebagai pihak yang tertindas,” kata Shwe Eain Si, dikutip dari bbc.com.

Pada video tersebut ia sama sekali tidak menyinggung kekerasan yang diterima oleh etnis Rohingya hingga ada ratusan ribu orang mengungsi ke negara tetangga, salah satunya Bangladesh.

Apa yang disampaikan oleh Shwe Eain Si tersebut senada dengan pernyataan resmi yang keluarkan oleh pemerintah serta militer Myanmar.

Shwe Eain Si lantas mengajak dunia internasional datang serta melihat sendiri apa yang terjadi di Myanmar. Sayangnya, dia tidak menyinggung perihal keputusan pemerintah yang tidak membolehkan tim PBB untuk masuk ke Myanmar.

Baca Juga: Apakah Benar Aidit Keturunan Nabi Muhammad?

Akibat video tersebut penyelenggara kontes meminta Shwe Eain Si untuk menyerahkan mahkota ratu kecantikan yang diterimanya. Ia juga dilarang untuk mengikuti kontes kecantikan internasional di Vietnam 5-26 Oktober.

Penyelenggara kontes tersebut menilai apa yang dilakukan oleh Shwe Eain Si adalah sesuatu yang tak pantas.

Meski demikian, Shwe Eain Si mengaku tidak menyesal dengan apa yang dilakukannya. Dirinya pun tidak keberatan gelarnya dicopot dan tak boleh mengikuti ajang kontes kecantikan internasional di Vietnam.