ISIS Klaim Serangan Terorisme di Las Vegas, Begini Tanggapan FBI


SURATKABAR.ID – Kelompok teroris berkedok agama dan menamakan dirinya Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) mengklaim bertanggung jawab atas terjadinya serangan bersenjata yang menelan lebih dari 50 jiwa dan melukai sedikitnya 400 orang lainnya di Las Vegas, Amerika Serikat, Minggu (1/10) malam.

Melalui propagandanya, ISIS memberikan pujian yang ditujukan kepada pelaku, Steven Craig Paddock (64). Bahkan organisasi tersebut menyebutkan pelaku sebagai “tentara” yang mengabdi di kelompoknya, seperti dilaporkan The Independent, Senin (2/10) malam waktu setempat, dilansir Kompas.com.

Namun otoritas Amerika Serikat menampik hal tersebut. Pasalnya, tak ada cukup bukti yang dapat menunjang klaim ISIS tersebut. Bantahan yang sama juga dikeluarkan oleh pihak Biro Investigasi Federal (FBI) melalui konferensi pers, Senin (2/10) tak lama setelah ISIS mengumumkan klaim mereka.

FBI dengan tegas membantah klaim yang dikeluarkan oleh ISIS dan menyatakan Paddock, pelaku penembakan yang menghabisi nyawa 58 orang sekaligus melukai lebih dari 500 orang dalam serangan di konser di Mandalay Bay, Las Vegas tak memiliki hubungan dengan kelompok teroris internasional itu.

Baca Juga: Waspada! Hoax Bikin Gairah Membunuh Bergelora, Ini Jajaran Para Korban

Aaron Rouse, salah satu pejabat FBI menilai klaim ISIS sangat berlebihan. Meski pihak berwenang belum berhasil mengidentifikasi motif penembakan, namun dipastikan Paddock beraksi seorang diri dan sama sekali tidak terkait dengan tindakan terorisme seperti yang diungkapkan oleh ISIS.

Paddock merupakan pria berkulit putih dari kota Mesquite, berjarak sekitar 130 km di timur laut Las Vegas. Diduga ia pernah tinggal di negara bagian California dan Florida. Ia melakukan penembakan saat konser musik country berlangsung di Route 91 Harvest, dari lantai 32 Hotel mandalay Bay.

Dalam pernyataan yang dipublikasikan kantor berita propaganda ISIS, yaitu Amaq, disebutkan bahwa penyerang merupakan “tentara ISIS” yang memiliki tujuan saat melakukan serangan bersenjata tersebut, yakni untuk menarget negara-negara koalisi.

“Penyerang di Las Vegas itu adalah seorang tentara ISIS yang melakukan serangan dalam rangka untuk menarget negara-negara koalisi. Pelaku baru memeluk Islam beberapa bulan yang lalu,” demikian bunyi pengumuman yang dikeluarkan ISIS, seperti dikutip dari Kompas.com, Senin (2/10/2017).

Meskipun agama dan gaya hidup Paddock belum terungkap, namun salah seorang pejabat menyebutkan pria pelaku penyerangan bersenjata di konser musik tersebut memiliki sejarah yang berhubungan dengan masalah psikologis.

Hal serupa dilaporkan oleh stasiun televisi NBC News. Berdasarkan laporan, Paddock baru-baru ini tercatat pernah melakukan transaksi judi senilai puluhan ribu dollar AS. Namun menurut keterangan aparat keamanan, tak diketahui apakah ia mengalami kekalahan atau justru menang.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaReuni Sambil Ngopi Bareng Jokowi, Dewi ‘Dee’ Lestari Ungkap Hal Mengejutkan Ini
Berita berikutnyaWakil Ketua DPR: Kita Kangen Pada Pak Setya Novanto