Ditanya Soal Setnov yang Menang Praperadilan, Begini Jawaban Singkat Jokowi


    SURATKABAR.ID – Terkait penetapan Setya Novanto sebagai tersangka di kasus korupsi KTP-elektronik, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus rela terkalahkan dalam proses sidang praperadilan. Diminta menanggapi hasil keputusan sidang oleh Hakim Cepi Iskandar tersebut, Presiden Joko Widodo hanya bisa merespons singkat.

    “Itu tanyakan ke KPK. Hahaha. Tanyakan KPK, tanyakan KPK,” jawab mantan gubernur DKI Jakarta itu, usai upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur pada Minggu (1/10/2017). Demikian seperti disitir dalam reportase JPNN.com.

    Seperti diketahui, majelis hakim tunggal Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) Cepi Iskandar mengabulkan gugatan praperadilan Ketua DPR RI sekaligus Ketua Umum Golkar yang menjadi tersangka korupsi e-KTP.

    Saat membacakan putusan tersebut, Cepi menyatakan bahwa sprindik KPK tentang penetapan Setnov—panggilan akrab Novanto—sebagai tersangka korupsi e-KTP tidak sah, sehingga harus dibatalkan.

    Baca juga: Catat! Inilah yang Dilakukan Pertama Kali untuk Tolong Korban Sengatan Listrik

    “Mengabulkan permohonan untuk sebagian. Menyatakan surat perintah penyidikan bernomor Sprindik 56/01/07/2017 tanggal 17 Juli 2017 tidak sah,” ujar Cepi.

    Setnov Diminta Mundur dari Ketua DPR dan Ketum Golkar

    Sementara itu, Ketua Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) Ahmad Doli Kurnia menyarankan agar Setya Novanto segera mundur saja dari posisinya sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat dan Ketua Umum Partai Golkar.

    Dengan mundur, maka Novanto bisa membuktikan bahwa dirinya memang benar-benar dalam kondisi sakit. Demikian melansir laporan Kompas.com.

    “Cara yang paling efektif untuk buktikan Novanto sakit, kami minta diikhlaskan saja, Pak Novanto agar tak lagi jadi Ketua Umum Golkar dan Ketua DPR,” sebut Doli di Jakarta, Sabtu (30/9/2017).

    Menanggapi foto Setya Novanto yang tengah terbaring di rumah sakit kemudian menjadi viral di internet, menurut Doli, foto Novanto yang mengenakan berbagai alat medis itu tidak menimbulkan simpati publik. Netizen justru malah beramai-ramai menjadikan foto itu sebagai meme guyonan. Doli berharap agar Novanto bisa belajar dari peristiwa tersebut.

    “Langkah mundur dari posisi Ketum Golkar dan ketua DPR adalah satu-satunya cara agar publik percaya dengan kondisi Novanto yang tengah sakit,” tandas Doli kemudian.

    Doli mengaku mendapat informasi bahwa saat ini keadaan kesehatan Novanto makin parah. Ada delapan jenis penyakit yang diidap Novanto, mulai dari vertigo, gula darah naik, pengapuran jantung, flek otak, ginjal dan sinusitis.

    Oleh sebab itu, meskipun status tersangka Setya Novanto dibatalkan oleh hakim praperadilan, namun Doli menyarankan agar Novanto tetap hengkang dari jabatannya.

    Baca juga: Menohok! Tokoh Muda Golkar Ini Kritik Foto Sakit Novanto Hanya untuk Pencitraan dan Cari Simpati

    “Jangankan mau mengurus Golkar, mengurus DPR, urus diri sendiri saja tidak bisa,” pungkas Doli tanpa basa-basi.