Setelah G30S/PKI, Banyak yang Menghapus Aidit pada Nama Mereka


SURATKABAR.ID – DN Aidit merupakan sosok yang palin diburu seantero negeri selepas pecahnya peristiwa penculikan para Jenderal pada 30 September 1965. Pimpinan Partai Komunis Indonesia (PKI) itu dianggap salah satu dalang dari tragedi yang sangat mengerikan tersebut.

Tidak hanya Dipa Nusantara Aidit, akan tetapi para anggota serta simpatisan PKI juga banyak dicari.

Uniknya, banyak orang yang sebenarnya bermarga Aidit akhirnya menanggalkan namanya tersebut karena takut disangkut pautkan dengan pria yang lahir di di Tanjung Pandan, Belitung, 30 Juli 1923 tersebut.

Baca Juga: Apakah Benar Aidit Keturunan Nabi Muhammad?

Putra DN Aidit, Ilham Aidit mengakui jika Aidit yang mereka sandang adalah nama marga. “Asalnya dari Yaman. Tapi anehnya, keturunannya banyak tersebar di wilayah Afrika Utara,” kata Ilham, dikutip dari republika.co.id, Sabtu (30/9/2017).

Salah seorang yang juga bermarga Aidit, Abdur Rachman membenarkan jika sebenarnya ada ribuan orang bermagra Aidit di Indonesia.

“Marga Aidit itu banyak di Sumatra dan Kalimantan. Jumlahnya mungkin ada ribuan,” kata Abdul Rachman, Rabu (25/11/2015), dikutip dari republika.co.id.

Abdul Rachman termasuk orang yang mengapus Aidit dari namanya pasca peristiwa G30S/PKI. Hal itu dikarenakan rasa takut dikait-kaitkan dengan gembong pemberotakan.

“Kami takut disangka punya kaitan dengan DN Aidit. Karena itu, nama marga Aidit tidak dicantumkan di ijazah atau dokumen-dokumen lain,” kata Abdul Rachman.

Senada dengan Abdul Rachman, Ilham Aidit juga mengatakan jika banyak orang yang menghapus Aidit dari nama mereka.

“Betul, selepas tahun 1965, banyak yang menghapus nama marga itu secara bersama-sama karena takut dikira punya hubungan keluarga (dengan DN Aidit). Karena dulu hubungan keluarga sejauh apa pun bisa jadi masalah,” kata Ilham.

Ketakutan orang untuk menampilkan Aidit dalam namanya juga dibenarkan oleh Habib Alwi selaku ketua Perkumpulan Marga Aidid. “Memang pada tahun 1965 sampai 1970-an, banyak yang menghilangkan nama (Aidid). Karena situasinya saat itu tak memungkinkan pakai nama Aidid. Tapi, sekarang semua sudah terbuka,” kata Habib Alwi, dikutip dari republika.co.id.

Perihal silsilah, Ilham mengisahkan jika nama Aidit itu didapat dari kakeknya, Abdullah Aidit. “Itu sebetulnya nama (Aidit) dari kakek saya,” ujarnya.

Ia mengaku bahwa kakeknya bercerita jika nama Aidit tersebut bukan nama sembarangan, punya garis keturunan dengan Rosulullah. “Kakek saya (Abdullah Aidit) selalu bercerita tentang itu. Dia bilang (Aidit) ini tidak sembarangan, punya garis keturunan Rasulullah kalau diurut dari stamboom (silsilah),” ujar Ilham.

Akan tetapi, pernyataan Iham tersebut tidak diamini oleh Habib Alwi. Menurut Habib Alwi, nama gembong PKI tersebut bukanlah nama marga. “Kalau mereka Aidit-nya hanya nama, bukan marga Aidid. Jadi enggak terkait sama sekali,” ujar Habib Alwi.

Baca Juga: Mengetahui Jokowi Ikut Nobar Film G30S/PKI, Warga Berdiri dari Tempat Duduk dan…

Ia juga menjelaskan jika keluarga DN Aidit masuk dalam buku silsilah yang menjadi pegangannya. “Tidak benar itu. Namanya tidak ada (di daftar buku silsilah),” kata Habib Alwi menegaskan.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaUps! Ternyata Hakim Cepi Sudah Empat Kali Dilaporkan
Berita berikutnyaSetelah Ditegur Jokowi, Gubernur Bali Marahi Pengungsi di Hutan Jati