Setya Novanto Menang Praperadilan, Ini yang Dilakukan Kader Golkar


    SURATKABAR.ID – Ketua Umum Golkar Setya Novanto akhirnya menang dalam sidang praperadilan yang oleh karenanya status tersangka yang disandangnya pun dihilangkan. Atas hasil tersebut, para kader partai berlambang pohon beringin ini antusias menyambutnya.

    “Segenap kader dari Sabang sampai Merauke menanggapi dengan antusias dan menyambut dengan baik putusan praperadilan yang membebaskan Pak Novanto dari segala tuduhan KPK,” ucap Wakil Bendahara Umum Partai Golkar, Erwin Ricardo Silalahi di kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar, Jakarta, Sabtu (30/9/2017).

    Dilansir dari laman tribunnews.com, Erwin mengatakan, dengan keluarnya hasil praperadilan ini, ia berharap agar seluruh kader Golkar bisa menjadikan hal itu sebagai momentum kebangkitan dan juga melakukan konsolidasi. Terlebih dengan dihadapkannya pada event politik di 2018 dan juga 2019, Golkar sudah harus menjadi lebih kuat hingga pada akhirnya elektabilitas Golkar bisa terus terangkat.

    “Hasil (praperadilan) ini juga harus jadi momentum menggerakkan seluruh jaringan dan infrastruktur partai sampai ke akar rumput untuk meningkatkan elektabilitasnya,” kata Erwin.

    Baca Juga: Pendukung Prabowo Dituding Sebar Isu PKI, Begini kata Gerindra

    Diketahui bahwa Hakim tunggal Cepi Iskandar, pada Jumat (29/9/2017), membacakan amar putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, memutuskan bahwa penetapan Setya Novanto sebagai tersangka dalam kasus korupsi KTP elektronik (e-KTP) tidak sah, tidak sesuai dengan KUHAP dan Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi.

    “Menyatakan penetapan tersangka terhadap Setya Novanto berdasarkan surat nomor 310/23/07/2017 tanggal 18 Juli 2017 dinyatakan tidak sah,” katanya membacakan pada saat itu.

    Lantas dengan dikeluarkannya putusan tersebut yang menyatakan bahwa penetapan Setya Novanto sebagai tersangka oleh KPK tidak sah, hakim memberikan perintah kepada KPK untuk menghentikan penyidikan terhadap ketua umum Partai Golkar tersebut.

    “Memerinahkan kepada Termohon (KPK) untuk menghentikan penyidikan nomor 56/01/07 tanggal 17 Juli 2017 terhadap Setya Novanto,” ujar Cepi.