Pesawat Air Asia Mendarat Darurat Setelah Diserang Kawanan Burung


SURATKABAR.IDPeristiwa unik tengah terjadi pada penerbangan di Indonesia akhir-akhir ini. Pesawat yang bertujuan ke Malaysia mendadak melakukan pendaratan darurat di Sumatera Utara tepatnya di Bandara Internasional Kualanamu, Deliserdang.

Pesawat Air Asia QZ – 104 yang memiliki tujuan Penang, Malaysia terpaksa harus putar arah dan melakukan pendaratan mendadak lantaran pesawat tersebut ditabrak sekelompok burung dan salah satu burung masuk ke dalam satu mesin.

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (26/9/2017) kemarin. Dari pernyataan Manager Branch Communication Bandara Kualanamu, Adi Negoro pesawat tujuan Malaysia tersebut diserang sekelompok setelah lepas landas.

“Seluruh penumpang dan awak pesawat selamat. Mereka dievakuasi ke ruang tunggu gate 4, sementara pesawat menjalani pemeriksaan. Bird strike terjadi pada engine nomor dua. Kerusakan pada fan blade nomor 16 dan 17,” ungkap Abdi, seperti dikutip kompas.com, Rabu (27/9/2017).

Akibat dari peristiwa tersebut penerbangan pun dibatalkan karena pesawat memerlukan perbaikan terlebih dahulu untuk bisa beroperasi kembali. Penumpang yang penerbangannya kacau karena kejadian tersebut diberi pilihan pengembalian unag tiket atau berangkat dengan pesawat yang sama esok hari.

Baca Juga: Ikan ‘Monster’ Yang Kerap Teror Warga Kalimantan Ini Akhirnya Tertangkap, Oleh Warga Akhirnya Dibeginikan

Peristiwa serupa pun juga sempat terjadi minggu lalu tepatnya pada Jumat (22/9/2017) dimana pesawat Citilink mengalami serangan dari lebah madu saat parker di avron dan bersiap-siap terbang ke Batam.

Sekumpulan lebah yang diperkirakan jumlahnya ribuan  tersebut mendadak berkerumun dan membuat sarang di sayap kanan pesawat. Namun dengan sigap petugas kebersihan yang ditugaskan pihak Angkasa Pura II langsung membersihkan lebah-lebah tersebut.

“Kami belum dapat memastikan apa penyebab ujung sayap pesawat dikerubungi lebah. Ini fenomena baru, pertama kali terjadi,” kata Branch Communication and Legal Manager Bandara Kualanamu, Wisnu Budi Setianto.

Serangan lebah tersebut pun terus diselidiki guna bisa membuat pencegahan agar hal serupa tidak terulang kembali, tambah Wisnu.