Ikan ‘Monster’ Yang Kerap Teror Warga Kalimantan Ini Akhirnya Tertangkap, Oleh Warga Akhirnya Dibeginikan


SURATKABAR.IDIndonesia adalah negeri yang kaya akan kekayaan hayati. Termasuk juga misteri atas flora dan fauna nya yang belum terungkap 100 persen. Salah satunya pulau yang masih menyimpan banyak misteri adalah Kalimantan, alias dahulu dikenal dengan nama Borneo. Salah satu peristiwa yang terbaru adalah tertangkapnya ikan ‘monster’ yang diketahui sering meneror warga sekitar.

Seperti dilansir dari Tribunnews.com, adalah Ikan tapah raksasa yang menyerang warga di bantaran Sungai Antu, Nanga Merakai, Kecamatan Ketungau Tengah, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat (Kalbar). Dimana endemik asli Borneo dengan badan raksasa tersebut akhirnya dapat ditangkap.

Baca juga: Anda Bertanya -Tanya Tentang Video Viral Buaya Bawa Jasad Ini? Terungkap! Ternyata Seperti Ini Faktanya

Sabli, warga setempat yang tanpa rasa takut memasang perangkap ikan di sungai tersebut, dan akhirnya bisa menjerat makhluk yang meneror warga hingga tak berani mendekat ke sungai tersebut

Padahal tadinya tak ada seorang pun berani turun ke sungai itu, pasca serangan ikan monster tersebut.

Tokoh warga setempat, Bonarvon Pasaribu mengatakan, biasanya ikan tapah ada di daerah Sungai Ketungau. Belum pernah ada di Sungai Antu.

“Ndak pernah kayak gini ni, bang. Baru ini lah ikan tapah masuk ke Sungai Antu. Mungkin karena air kemarin sempat naik. Mungkin pas inilah dia ke Sungai Antu, mungkin mau migrasi untuk bertelur,” katanya, Kamis (21/9/2017).

Pasca-kejadian serangan ikan tapah, masyarakat pun takut turun mandi dan aktivitas ke sungai. Masyarakat merasa takut menjadi korban kebuasan ikan selanjutnya. Tidak hanya anak-anak, kekhawatiran juga melanda perasaan para orangtua.

Beruntung, ada seorang warga yang memberanikan diri pasang jerat guna menangkap ikan tapah itu.

“Setelah kejadian itu warga berinisiatif menangkap. Namanya Pak Sabli, dia membuat bubu (alat penangkap ikan tradisional terbuat dari bambu). Syukurlah, ikan masuk perangkap dan tertangkap sekitar 4-5 hari lalu,” jelasnya.

Bonarvon menambahkan usai ditangkap, ikan tapah raksasa itu dibawa oleh masyarakat ke rumah satu diantara warga. Warga lantas menimbang ikan itu dengan cara menggantung. Beratnya sekitar 42 kilogram.

“Kondisi terakhir setelah ditangkap, saya lihat ikan tapah itu dipotong warga. Ndak tahu, apakah dijual atau dibagikan atau dimasak,” katanya.

Sementara, Camat Ketungau Tengah, Dakun membenarkan peristiwa serangan ikan tapah terhadap tiga orang pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) saat berenang di Sungai Antu, Nanga Merakai, Kecamatan Ketungau Tengah.

“Iya benar, kejadian itu memang terjadi beberapa waktu lalu,” ungkap Dakun, Kamis (21/09/2017.

Baca juga: Ilmuwan Temukan Makhluk Paling Misterius Di Amazon, Begini Penampakannya!

Berdasarkan keterangan tenaga medis Puskesmas Merakai, ikan yang menyerang pelajar adalah ikan tapah.

“Ya, itu memang ikan tapah,” imbuhnya.

Camat menambahkan memang sebelumnya kejadian ini sempat buat masyarakat ketakutan dan khawatir ketika ingin ke sungai. Namun pasca penangkapan kegiatan warga sudah kembali normal seperti sedia kala.