Gerindra Menganggap Ada yang Salah Paham Soal Pernyataan Prabowo Tentang Rohingya


SURATKABAR.ID – Banyak yang menyalahartikan pernyataan Prabowo Subianto yang menyebut bahwa bantuan pemerintah untuk Rohingya hanya sebagai bentuk pencitraan. Hal tersebut diutarakan oleh Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Gerindra Andre Rosiade menanggapi pernyataan salah seorang tokoh lintas agama yang menyebut bantuan pemerintah itu bukanlah bentuk pencitraan.

Andre menerangkan bahwa maksud Prabowo adalah Indonesia tidak bias hanya sekedar memberi bantuan untuk menyelesaikan konflik Rohingya di Rakhine, Myanmar itu. Ungkapan Prabowo itu maksudnya, imbuh Andre, mendorong pemerintah untuk langsung mengambil sikap nyata dengan cara mendesak ASEAN dalam upaya penyelesaian konfliknya.

“Pemerintah Indonesia harus berbuat konkrit untuk menyelesaikan permasalahan. Bukan hanya sebatas melepaskan tanggung jawab dengan mengirimkan bantuan selesai. Itu yang dimaksud Pak Prabowo (dengan) pencitraan itu,” ujar Andre, Sabtu (23/9/2017), seperti diberitakan laman kompas.com.

Oleh sebab itu, Andre menegaskan bahwa Prabowo dengan pernyataannya itu justru menginspirasi pemerintah. Tidak ada yang salah dengan pernyataan mantan Komandan Jenderal Kopassus tersebut, katanya melanjutkan.

Baca Juga: Dinilai Penuh Dusta, Pidato Suu Kyi Soal Rohingya Tuai Banyak Kriteik

Andre kemudian memaparkan bahwa ada beberapa langkah konkrit yang bisa diambil pemerintah sebagai upaya membantu menyelesaikan tragedi yang menimpa etnis Rohingya tersebut. Pemerntiah, kata Andre, bisa mendersak ASEAN untuk menyudahi krisis di sana atau mengorong Dewan Keamanan PBB untuk turun mengirim pasukan perdamaian.

“Yang tidak pencitraan adalah bagaimana Indonesia sebagai Negara terbesar di ASEAN, mengambil alih permasalahan ini dalam rangka memimpin penyelesaian masalah, yaitu penyelesaian yang konkrit,” terangnya.

Di tempat berbeda, sebelumnya, Solidaritas Lintas Agama untuk Myanmar (SALAM) memberikan apresiasi kepada Pemerintah Indonesia atas langkahnya mengupayakan solusi untuk mengatasi tragedi kemanusiaan yang dialami warga Rohingya di Rakhine, Myanmar. Hal itu disampaikan salah satu anggota SALAM, yakni Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj yang juga menyebut bahwa bantuan pemerintah Indonesia ke Myanmar itu merupakan langkah konkret pemerintah. Dirinya juga mengungkapkan ketidaksetujuannya atas pihak mana pun yang menyebut bahwa bantuan pemerintah ke Myanmar hanya sebagai bentuk penciteraan.

“Kami mengapresiasi dan mendukung penuh langkah pemerintah dalam hal ini Presiden Jokowi dan juga Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam mengupayakan solusi untuk mengatasi tragedy kemanusiaan warga Rohingya,” kata Said ketika memberikan keterangan di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (22/9/2017).