Mengejutkan! Tersebar Video Pengakuan Soeharto Soal PKI Hingga Supersemar


SURATKABAR.ID – Presiden kedua Republik Indonesia, Soeharto, merupakan salah satu tokoh politik yang cukup kontroversial.

Hingga kini namanya masih cukup sering disebut dan dihubung-hubungkan dengan peristiwa Pengkhianatan G30S/PKI dan Supersemar (Surat Perintah 11 Maret 1966).

Soeharto memang duduk di kursi presiden, setelah berhasil melengserkan Soekarno.

Baru-baru ini, sebuah video yang beredar di media sosial mendadak jadi bahan perbincangan. Pasalnya, dalam video tersebut Soeharto berbicara panjang lebar tentang peristiwa G30S/PKI dan Supersemar.

Baca juga: Politikus PDIP Kompak Menolak, Kenapa Jokowi Malah Dukung Nobar Film G30S/PKI?

Video tersebut merupakan video lama yang direkam pada 17 April 1994 ketika Soeharto menghadiri acara Temu Wicara dengan Perwira TNI AU di Peternakan Milik Keluarga Cendana, Tapos, Jawa Barat.

Dalam video itu, Soeharto mengungkapkan pertemuannya dengan Soekarno. Presiden pertama RI ini pun sempat bertanya dalam bahasa Jawa. “Har aku iki arep kowe kapakke? (har, aku ini mau kamu apakan?)” tanya Soekarno pada Soeharto, dilansir tribunnews.com.

Video yang diunggah oleh akun Youtube Visuals Event dan sejumlah akun lain seperti rakyat Indonesia ini pun viral. Selain soal pertanyaan tersebut, Soeharto juga mengungkapkan politik yang dianut oleh Soekarno.

Keduanya memang lekat dengan sejarah kelam yang melibatkan tentara Indonesia, G30S/PKI. Peristiwa berdarah itu pulalah yang menjadi awal peralihan kekuasaan Soekarno ke Soeharto.

Peralihan kekuasaan dua pemimpin negeri ini memang menyimpan banyak catatan dan misteri. Saat G30S/PKI terjadi, Soeharto sedang menduduki posisi strategis sebagai Panglima Kostrad dengan pangkat Mayor Jenderal.

Menduduki posisi tersebut, membuat Soeharto berulangkali didatangi oleh prajurit Kostrad yang meminta pendapatnya. Namun, yang dilakukannya kala itu hanyalah diam.

Baca juga: Lolos dari Lubang Buaya, Sukitman Ungkap Kekejaman PKI Terhadap TNI

“Saya sering risau karena didatangi anak buah yang meminta pendapat dan penilaian saya. Mereka menunjukkan tarikan muka seperti mendesak ingin mendapat keterangan mengapa saya diam. Saya jawab, bahwa saya tidak buta! Saya telah melapor kepada atasan tentang keadaan. Situasi memang serius, tetapi saya tidak mendapat reaksi apa-apa. Apalagi yang dapat saya lakukan lebih dari itu,” tutur Soeharto.

Berikut video selengkapnya: