Dalam Kondisi Hamil, Pengungsi Rohingya Ini Tewas di Kamp Pengungsian


SURATKABAR.ID – Pengungsi Rohingya kembali berguguran. Kamis (21/9/2017) waktu setempat, Haseena yang merupakan seorang pengungsi Rohingya tutup usia di kamp pengungsiannya di Katupalong, Banglades.

Haseena adalah wanita berusia 40 tahunan. Saat menghembuskan nafas terakhirnya, perempuan itu tengah dalam keadaan mengandung. Bersama cabang bayi di dalam perutnya ituluah Haseena wafat. Lalu, di are pengungsiannya, bukan di Rakhine tempat semula ia tinggal, Haseena dikuburkan setelah sebelumnya dishalatkan oleh warga di sana.

Dilansir dari tribunnews.com, sebelum menghembuskan nafas terakhirnya itu, Haseena sempat dirawat di sebuah rumah sakit di kamp pengungsian. Tepatnya dua hari sebelum Haseena tutup usia. Nyawa Haseena saat itu, meski sudah mendapat penanganan, tidak bisa tertolong lagi. Terkait dengan pemicu kematiannya, keluarga menduga Haseena terjangkit infeksi perut akut akibat kurangnya air bersih.

Di kamp tempat Haseena berada amatlah padat. Jumlah pengungsi yang dating ke sana terus bertambah. Oleh sebab itu, sejumlah konsekuensi yang tidak begitu bagus tentu muncul yang beberapa di antaranya adalah dalam hal penyediaan makanan, air bersih, serta obat-obatan. Selain itu, pengungsi harus menanggung kondisi yang semakin berat berkenaan dengan area kamp yang berada di sekitar persawahan di mana hujan dalam beberapa hari terakhir menimbulkan ancaman bajir dan penyakit.

Baca Juga: Sebut Sarang PKI, YLBHI Minta Kivlan Zen Buktikan Omongannya

Pengungsi Rohingya memang dihadapkan banyak permasalahan mulai dari masalah air, makanan hingga obat-obatan. Bukan hanya di kamp Katupolong, Banglades, saja, melainkan di kebanyakan kamp. Duta Besar Republik Indonesia untuk Myanmar, Ito Sumardi menyebut bahwa para pengungsi di Rakhine State pun sangat membutuhkan air bersih. “Saat ini mereka memang sangat membutuhkan (alat) untuk penjernih air,” kata Ito di Kantor KBRI Myanmar di Yangon, Jumat (22/9/2017).