Sindir Anies-Sandi, Faisal Basri: Jangan Bikin Kebijakan yang Norak-Norak


SURATKABAR.ID – Ekonom dari Universitas Indonesia Faisal Basri memberi peringatan kepada pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih, Anies Baswedan-Sandiaga Uno agar membatalkan kebijakan pembelian rumah dengan uang muka atau down payment (DP) Rumah 0 persen.

Ia mengatakan jika kebijakan seperti itu justru bakal membuat rakyat terbebani. Pria berusia 57 tahun tersebut berharap Anies-Sandi menghapus rancana tersebut sebelum mereka dilantik.

“Mumpung belum dilantik, jangan bikin kebijakan yang norak-norak,” kata Faisal saat diskusi interaktif Tempo bertajuk Rumah Terjangkau dan Memadai di Jakarta, Rabu (20/9/2017), dikutip dari kompas.com.

Faisal menegaskan jika pihak bank yang memberikan kredit pemilikan rumah (KPR) pasti mencari instrumen pengganti dari dana yang seharusnya mereka dapat dari DP. Ia bahkan menduga jika nantinya bunga KPR akan dinaikan.

Baca Juga: Disindir Rizal Ramli Soal Handphone Masuk SPT, Sri Mulyani Beri Jawaban Singkat

“Kalau si bank itu suruh DP 0 persen, ya bunganya dinaikkan. Jadi nggak usah main gimmick-gimmick seperti itu, saya kira itu hanya untuk kampanye,” ujarnya.

Ia berpendapat jika akan lebih baik pemerintah memberikan subsidi, maka harga rumah menjadi lebih rendah. Anggota Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) itu menganggap pemberian subsidi lebih baik dibandingkan program DP 0 persen.

Akan tetapi, apa yang diungkapkan oleh Faisal tersebut bertentangan dengan pendapat Jehansyah Siregar. Menurut dosen Kelompok Keahlian Perumahan Permukiman Sekolah Arsitektur Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SKPPK) Institut Teknologi Bandung (ITB) tersebut, program DP 0 persen sejatinya bukan sesuatu yang baru di Tanah Air.

Sejak lama pengembang sering menggunakan promosi DP 0 persen guna menarik pembeli. Pengembang biasanya akan membebaskan pembeli dari kewajiban membayar uang muka.

“Itu semua kan karena iklim ekonomi sekarang sedang bagus, stabil, dan bunga tetap. Untuk jangka menengah dan pendek memang stabil berikan pembiayaan, makanya bisalah DP ditanggung,” ujar Jehan, Rabu (12/7/2017).

Meskipun demikian Jehar tetap mengingatkan jika program perumahan tanpa uang muka itu cocoknya untuk rumah komersil, bukan untuk program rumah rakyat.