Terkait Kericuhan di YLBHI, Polisi Tetapkan 7 Tersangka


SURATKABAR.ID – Sebanyak tujuh orang telah ditetapkan oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya sebagai tersangka kericuhan yang terjadi di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat. Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono yang merupakan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya menyebutkan, Ditreskrimum Polda Metro Jaya mengamankan 12 orang pasca-kericuhan di Kantor YLBHI, Senin (18/9/2017) dini hari. Tujuh dari mereka telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Sudah dilakukan pemeriksaan, tujuh orang dinyatakan sebagai tersangka. Sisanya dipulangkan,” Argo memaparkan dari Mapolda Metro Jaya, Selasa (19/9/2017). Demikian mengutip liputan BeritaSatu.com, Selasa (19/9/2017).

Ia mengatakan bahwa ketujuh tersangka terkait dijerat Pasal 216 KUHP dan Pasal 218 KUHP, lantaran melawan serta tidak menuruti perintah aparat untuk membubarkan diri pada saat berkerumun.

“Mereka dikenakan Pasal 216 KUHP dan 218 KUHP, ancamannya empat bulan penjara. Artinya, bahwa yang bersangkutan saat melakukan unjuk rasa kemudian dibubarkan oleh kepolisian sesuai dengan undang-undang dan kewenangannya, yang bersangkutan tidak mengindahkan. Jadi tujuh orang telah kita jadikan tersangka untuk kasus unjuk rasa kemarin,” ia membeberkan.

Baca juga: Ribut-ribut PKI, Yasonna: Isu Itu Kan Mimpi di Siang Bolong

Terkait siapa saja identitas tujuh orang tersangka itu, Argo mengaku tidak mengingat namanya. Meski begitu, ia memastikan mereka bukan berasal dari organisasi kemasyarakatan (ormas). Para tersangka juga bukan provokator.

“Tujuh orang itu ada yang karyawan, ada yang sopir, ada yang pengangguran. Tidak ada yang punya kartu anggota (ormas),” tandasnya.

Ia menambahkan, penyidik belum mendapatkan siapa pelaku perusakan terhadap sejumlah kendaraan aparat di lokasi. “Belum ada kita temukan, untuk sementara seperti itu,” tukasnya.

Sementara itu, 22 orang massa yang diamankan di Polres Metro Jakarta Pusat, telah dipulangkan.

“Ada yang kita amankan di Polres Jakarta Pusat sebanyak 22 orang. Setelah dilakukan pemeriksaan, dilakukan pendalaman, 22 orang ini belum diketemukan bukti tindak pidana. Sehingga tadi malam itu dipulangkan,” ia menandaskan.

Sebelumnya, bentrokan massa dengan aparat kepolisian pecah di depan Kantor YLBHI, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, pada dini hari kemarin, Senin (18/9/2017).

Insiden tersebut berawal sewaktu massa datang mengepung Kantor YLBHI lantaran mengira ada seminar tentang PKI, Minggu (17/9/2017). Padahal, pihak YLBHI tidak menggelar acara bertemakan seperti itu. Acara seni yang dihelat sesungguhnya bertajuk, “Asik-Asik Aksi: Indonesia Darurat Demokrasi”.

Polisi telah melakukan upaya mediasi dengan massa, namun massa tidak mau mendengarkan. Belakangan massa justru berusaha merangsek masuk ke dalam Kantor YLBHI.

Tak pelak, bentrokan massa dan aparat pun pecah di beberapa titik di sekitar Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat. Massa melemparkan sejumlah batu dan benda lainnya ke arah aparat, termasuk merusak sejumlah kendaraan di pinggir jalan. Sementara itu, polisi melepaskan tembakan gas air mata guna membubarkan massa.

Dampak dari kericuhan tersebut, lima anggota polisi mengalami luka-luka serius dan harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Polri Said Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Baca juga: Sidang Umum PBB, Wapres JK Pilih Berjalan Kaki Menuju Markas

Aparat kepolisian setidaknya sempat mengamankan 34 orang pasca-insiden tersebut. Sebanyak 22 orang telah diamankan Polres Metro Jakarta Pusat. Sementara itu, 12 orang lainnya diringkus oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.