Mencekam! Yaman Dibredel Serangan Udara Koalisi Arab, Belasan Warga Tewas


    SURATKABAR.ID – Sejumlah Negara koalisi yang dipimpin Arab Saudi melancarkan serangan udara ke wilayah timur laut dari Sanaa, Yaman. Atas serangan tersebut, sidikitnya 12 warga sipil Yaman terbunuh.

    Pejabat lokal setempat mengungkapkan bahwa serangan udara koalisi Arab tersebut memporakporandakan sebuah kendaraan di Hareeb Al-Qarameeshm, Provinsi Marib, Sabtu (16/9/2017). Dilansir dari cnnindonesia.com yang juga diberitakan oleh AFP, ada 12 warga sipil di dalam kendaraan yang dihantam serangan udara itu.

    Wilayah yang menjadi sasaran serangan, sekitar 70 km di laut timur Sanaa, itu merupakan wilayah kekuasaan milisi Houthi yang disokong oleh Iran selama tiga tahun belakangan ini. Sementara itu, koalisi Negara Timur Tegah yang dipimpin Arab Saudi ini sudah melakukan serangan ke kelompok milisi Houthi sejak Maret 2015. Imbasnya, tidak sedikit warga sipil yang menjadi korban dalam konfrontasi tersebut.

    Dari ketegangan itu pula, disebutkan ada lebih dari 8.000 orang yang 1/500 di antaranya adalah anak-anak terbunuh. Sedangkan jutaan lainnya terpaksa mengungsi untuk menghindari konflik. Selain itu, PBB dan Palang Merah Internasional menyebut, sejak april lalu, ada wabah kolera yang memakan korban jiwa hingga lebih dari 1.800 orang. PBB juga perah mengatakan pada Juli lalu bahwa krisis di Yaman adalah salah satu yang terbesar di dunia.

    Baca Juga: Sebut Jokowi Pencitraan Bantu Rohingya, Pria Ini Bongkar Borok Amien Rais

    Atas serangan koalisi Arab yang sudah dilakukan sejak belakangan ini, PBB meminta dilakukan penyelidikan independen. “Kami mengingatkan semua piihak terkait konflik, termasuk Koalisi, akan kewajiban untuk memastikan pemenuhan hukum kemanusiaan internasional,” ucap juru bicara bidang hak asasi manusia PBB, Liz Throssell, Jumat (25/8/2017), menanggapi serangan serupa yang terjadi pada bulan Agustus.

    Bahkan, di awal pekan hingga 24 Agustus lalu, 58 warga sipil Yaman terbunuh karena konflik yang tengah berkecamuk di sana. “Termasuk 42 di antranya oleh koalisi yang dipimpin Saudi,” kata Throssell.