Polisi Benarkan jika Asma Dewi Tak Transfer Uang ke Saracen


SURATKABAR.ID – Setelah sempat beredar kabar mengenai adanya transfer sebesar Rp 75 juta dari Asma Dewi ke Saracen, kini polisi mengatakan jika informasi tersebut tidak benar.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Martinus Sitompul membenarkan jika Asma Dewi tak melakukan transfer ke Saracen, sebab Saracen adalah sebuah website.

“Jelas kepada Saracen memang tidak ada. Karena Saracen tidak punya nomor rekening. Saracen adalah sebuah web. Itu kemana dikirim. Dikirim kepada nama-nama yang ada,” kata Martinus di Kompleks Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (15/9/2017), dikutip dari jawapos.com.

Akan tetapi, Martinus mengungkapkan mengenai adanya dugaan Asma Dewi melakukan transfer ke sejumlah rekening anggota Saracen. Meski demikian Martinus tidak bisa membeberkan secara detil mengenai transfer tersebut karena masih dalam proses penyidikan.

Baca Juga: Habib Rizieq Baru Mau Pulang Jika Jokowi Bersedia Katakan Ini

“Upaya untuk menggali atau mendapatkan data-data yang lebih valid dari tersangka Jasrialdi, Asma Dewi nantinya bisa terungkap seluasnya,” ujarnya.

Ia mengatakan jika polisi sedang melakukan pendalaman mengenai adanya arus uang dari Asma Dewi ke salah satu anggota Saracen.

“Terus kita gali kita unggkap, sedang dilakukan oleh penyidik kemana aliran dana itu masuk,” terangnya.

Sebelumnya, kuasa hukum Asma Dewi, Djudju Purwanto menampik adanya tudingan kliennya telah melakukan transfer ke Saracen.

“Kami (Asma Dewi) tidak pernah transfer seperti itu. Bahwa sebagai orang yang dimohon bantuan sebagai bendahara suatu kegiatan Islam ya paling sebatas bagaimana bayar konsumsi, bagaimana bayar tenda, tapi tidak sampai puluhan juta,” tegas Djudju, Kamis (14/9/2017) di Masjid Baiturrahman, Tebet, Jakarta Selatan, dikutip dari tirto.id.

Baca Juga: Bela Rohingya, FPI Minta Senjata untuk Perang di Myanmar

Ia menjelaskan jika Asma Dewi adalah ibu rumah tangga yang aktif di berbagai pengajian dan mendukung gerakan Islam. Namun Kliennya tersebut tidak pernah menjadi anggota Saracen maupun melakukan transfer ke kelompok yang dituding menyebarkan ujaran kebencian dan isu SARA tersebut.

“Versi polisi itu bukti dari kepolisian yang istilah mereka adalah penelusuran melalui digital forensik. Silakan saja, itu hak polisi. Tapi buat kami, kami juga punya hak untuk membantah bahwa dasarnya Bu Asma tidak pernah melakukan suatu pembayaran apapun ke Saracen dalam jumlah sekian,” katanya menjelaskan.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumya[Rubrik] Relationship – Communication – Graphology
Berita berikutnyaSiapa Sangka, Gubuk Bambu Reot Ini Hasilkan Pembaca Kitab Kuning yang Andal