[Rubrik] Relationship – Communication – Graphology


SURATKABAR.ID Suatu hari ketika sedang menikmati kopi di sore hari bersama beberapa alumni kelas graphology saya di sebuah cafe, alumni saya bercerita tentang pengalaman mereka ketika menganalisa tulisan orang-orang disekitar mereka. Hingga sampailah pembicaraan kami ketika para alumni memiliki pengalaman yang sama yaitu menganalisa tulisan sepasang kekasih dan juga tulisan pasangan suami istri.

Salah satu alumni bercerita kepada kami jika tulisan tangan pasangan suami istri yang dia analisa adalah tetangga satu blok dengannya. Sebelum melihat tulisan tangan pasangan tersebut, sebenarnya alumni saya sudah mengenal mereka sejak lima tahun lalu ketika mereka baru pindah rumah. Secara tampak luar, alumni saya mengatakan jika pasangan suami istri tersebut terlihat sangat mesra dan romantis, hanya saja problem yang memang mencolok adalah sang istri memiliki karier yang jauh lebih gemilang dari sang suami.

Dalam suatu pertemuan arisan, alumni saya bercerita kepada para tetangganya jika dia telah belajar graphology dan bersedia menganalisa tulisan dari para tetangganya yang juga sekaligus teman arisannya. Singkat cerita seusai pertemuan arisan tersebut, alumni saya bertemu kembali dengan tetangganya itu, kali ini dia hanya bertemu dengan sang istri yang ketika itu membawa sampel tulisan tangan suaminya.

Lalu mulailah alumni saya menganalisa tulisan mereka berdua. Dengan sedikit rasa heran dan penasaran, karena tulisan tangan pasangan ini sangat berkebalikan dengan sikap yang mereka tunjukan dimuka umum. Dan alumni saya pun memaparkan satu persatu analisanya, hingga pada akhirnya ketika analisa alumni saya memasuki poin komunikasi yang tidak berjalan baik dan tidak berjalan dua arah, wajah sang istri menunjukan perubahan drastis. Dan seketika itu juga, sang istri menyatakan kebingungan yang dia hadapi perihal masalah komunikasi dengan suaminya.

Alumni saya tidak mensia-siakan pertemua kami sore itu dan meminta saya untuk lebih jauh melihat kedua sampel tulisan tangan pasangan suami istri tersebut. Jika saya hanya mengandalkan cerita dari alumni saya, tentu saja saya akan berpendapat ini adalah rumah tangga yang dipenuhi kebahagiaan dan harmonis, belum lagi konten atau isi tulisan kedua pasangan ini bercerita tentang pengalaman mereka ketika berlibur.

Tetapi dalam analisa graphology, kita mengamati secara holistik bagaimana tulisan itu terbentuk, pergerakan tulisan ketika menguasai kertas dan banyak aspek lainnya. Dan dalam sampel tulisan pasangan ini memang terlihat jika mereka sangat bermasalah dalam komunikasi. Keduanya menunjukan tanda yang sama dalam tulisan tangan mereka. Mereka pastinya sangat menyadari hal ini, hanya saja mungkin karena sudah terlalu lama dan mereka juga kebingungan harus memulai dari mana untuk memperbaikinya, mereka memilih untuk bersikap “seolah” tidak ada masalah dan semuanya baik-baik saja. Hal ini biasanya dilakukan untuk menghindari pertengkaran.Tetapi ini justru asal mula pemicu sebuah pertengkaran yang kemungkinan besar bisa berefek cukup fatal.

Dalam graphology, kita bisa menemukan keluhan-keluhan atau permasalahan yang kita sadari namun tidak jarang kita tidak bisa mengungkapkannya secara verbal dan seringkali hanya terendap dialam bawah sadar, namun perasaan tidak nyaman ini sangat memungkinkan muncul dipermukaan berupa sikap atau tindakan-tindakan yang seringkali tidak kita sadari. Ketika kita bisa secara non verbal menemukan problem harian kita dengan mudah menggunakan graphology, maka kita bisa dengan segera menemukan problem solving.

Manusia yang mengenal dirinya dengan baik akan jauh lebih bahagia dan jauh lebih bisa membahagiakan orang lai. Graphology bisa membantu Anda melakukan hal tersebut.

Salam, Angeline.