Kader PDIP Laporkan Seorang Dokter ke Polisi, Tak Terima Karena Berulang Kali Dibeginikan


SURATKABAR.ID – Seorang dokter di Kota Pekanbaru dilaporkan oleh Pramono, kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), ke Polresta Pekanbaru.

Pramono melaporkan Dr Irwan Setia Budi (60) dengan tudingan menyebar ujaran kebencian melalui media sosial WhatsApp (WA). Laporan Pramono ini bermula ketika dirinya melihat sebuah video yang dikirim oleh Dr Irwan di grup WA Ikatan Jawa Riau.

Dalam video yang dikirim oleh Dr Irwan, PDIP dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) disamakan dengan Partai Komunis Indonesia. Merasa partainya dihina dan disamakan dengan partai terlarang di Indonesia, Pramono tentu tak terima.

Pria 48 tahun ini pun mencoba menghubungi Dr Irwan dan mengajak untuk bertemu. Di pertemuan tersebut Pramono berniat menjelaskan soal PDIP dan Presiden RI yang sama sekali tak terkait dengan PKI.

Baca juga: Kompak! Soal Rohingya, Amien Rais dan Prabowo Sebut Jokowi Hanya Pencitraan

Namun, niat baik Pramono ini ternyata tak disambut oleh Dr Irwan. Bahkan, pria 60 tahun tersebut seakan terus menghindari ajakan Pramono. Oleh karena itu, Pramono akhirnya membawanya ke jalur hukum.

Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto melalui Kasubag Humas Iptu Polius Hendriawan membenarkan adanya laporan tersebut. Polius mengungkapkan, pihaknya memang menerima pengaduan dari Kader PDIP bernama Pramono.

“Laporan dan pengaduannya sudah kita terima, keterangan pelapor sudah dimintai,” tutur Polius, Jumat (15/9/2017) kemarin, dilansir jpnn.com.

Lebih lanjut, Polius menjelaskan bahwa dugaan ujaran kebencian via grup WA ini terjadi pada Rabu (13/9/2017) lalu sekitar pukul 07.0 WIB. Saat itu, pelapor yang sedang berada di Jalan Cempedak, Kecamatan Sukajadi, membuka video berisi penghinaan tersebut.

“Terlapor mengirim video ke grup WA ikatan Jawa Riau. Isi rekaman video tersebut partai PDI dan bapak Jokowi disamakan dengan PKI, sehingga pelapor tidak terima,” jelas Polius.

Saat ini, kasus tersebut tengah dalam proses penyelidikan dan ditangani oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Pekanbaru.

Sementara itu, menurut Pramono bukan sekali dua kali Dr Irwan menyamakan PDIP dan Jokowi dengan PKI. Pelaku diketahui kerap menyebarkan anekdot atau cerita-cerita lainnya.

Selama ini, Pramono hanya menanggapinya dengan positif. Namun, kejadian terakhir soal video tersebut, ia tak mau tinggal diam.

Baca juga: TNI Bakal Gelar Nobar Film G30S/PKI, Begini Komentar Mendagri

“Saya sebagai kader partai tidak terima dengan apa yang dilakukannya, partai saya tidak sama dengan PKI. Saya sempat meminta agar bertemu dan menjelaskan apa masalahnya tapi tidak disikapi maka saya memilih melaporkan kepada pihak berwajib saja,” tutur Pramono.