Myanmar Sebut China Dukung Operasi Militer Terhadap Rohingya


SURATKABAR.ID – Meskipun Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah mengatakan jika kekerasan terhadap Muslim Rohingya merupakan pembasmian etnis, Media pemerintah Myanmar sesumbar jika operasi militer yang mereka lakukan mendapat dukungan dari China.

“Sikap China terkait serangan teroris di Rakhine itu jelas, itu cuma masalah internal,” kata Duta Besar China Hong Liang dalam laporan surat kabar Global New Light of Myanmar pada Kamis (14/9), sebagaimana dikutip cnnindonesia.com dari Reuters.

Operasi militer Myanmar barat negara bagian Rakhine diawali dari beberapa serangan dari gerombolan bersenjata pada akhir Agustus lalu. Serangan tersebut menyasar pos keamanan serta kamp militer yang membuat puluhan orang menjadi korban.

“Serangan balasan pasukan keamanan Myanmar terhadap teroris ekstremis dan kami menyambut langkah pemerintah untuk menyediakan bantuan bagi warganya.” lanjutnya.

Akan tetapi klaim tersebut berbeda dengan perwakilan China di PBB, New York. Perwakilan dari China menyebutkan jika pihaknya mendukung Dewan Keamanan yang prihatin atas kekerasan yang dilakukan oleh aparat keamanan Myanmar dan meminta operasi tersebut dihentikan.

Baca Juga: Bela Rohingya, FPI Minta Senjata untuk Perang di Myanmar

“Ketika sepertiga populasi Rohingya harus meninggalkan negara itu, bisakah Anda menemukan kata yang lebih baik untuk menggambarkan itu,” ujar Sekjen PBB Antonio Guterres saat konferensi pers di New York, AS, dikutip dari detik.com.

Pemerintah Myanmar terus menyangkal jika mereka telah melakukan tindakan yang salah. Mereka berdalih melakukan operasi tersebut untuk memerangi para teroris di Rakhine. Namun menurut para pengungsi Rohingya, operasi militer dilakukan Myanmar untuk mengusir warga muslim Rohingya keluar dari Myanmar yang mayoritas Buddha.

Pemimpin Myanmar, Aung San Suu Kyi terus menuai kecaman dari berbagai pihak. Bahkan sejumlah pengkritik menyerukan agar hadiah Nobel Perdamaian dicabut dari Suu Kyi.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaBela Rohingya, FPI Minta Senjata untuk Perang di Myanmar
Berita berikutnyaKompak! Soal Rohingya, Amien Rais dan Prabowo Sebut Jokowi Hanya Pencitraan