Laman PSSI Diretas Usai Persib Kena Sanksi karena Aksi ‘Save Rohingya’


SURATKABAR.ID – Hingga Jumat (15/9/2017), halaman resmi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) masih juga belum dapat diakses. Laman situs tersebut diduga kena hack alias diretas sejak Kamis (14/9/2017) petang. Peretasan itu dirumorkan berkaitan dengan terbitnya sanksi yang dijatuhkan kepada klub Persib.

Sanksi dijatuhkan lantaran aksi suporter klub Persib (Bobotoh) yang melakukan koreografi Save Rohingya pada saat laga Maung Bandung melawan Semen Padang, Sabtu (9/9/2017) lalu.

“Sampai saat ini, kami masih memperbaiki website PSSI. Tentu sangat disayangkan adanya pembajakan website ini,” ungkap Kepala Relasi Media dan Promisi Digital PSSI Gatot Widakdo, Jakarta, Jumat (15/9/2017). Demikian sebagaimana dilansir dari laman Republika.co.id petang ini.

Denda Rp 50 Juta

 

Dampak dari dilakukannya aksi koreografi Save Rohingya tersebut, Komisi Disiplin PSSI telah menjatuhkan sanksi berupa denda sebesar Rp 50 juta kepada Persib sesuai dengan surat bernomor 92/L1/SK/KD-PSSI/IX/2017 pada hari Kamis (14/9/2017). Komdis PSSI mengungkapkan bahwa konfigurasi yang dilakukan Bobotoh jelas merupakan pelanggaran.

Baca juga: Mengenal Fungsi dan Efek Obat PCC yang Telah Menelan Puluhan Korban di Kendari

Selain itu, dikatakan juga bahwa hukuman denda sebesar Rp 50 juta harus dibayarkan oleh manajemen Persib selambat-lambatnya 14 hari setelah surat diterima oleh yang bersangkutan.

“Suporter Persib Bandung terbukti dengan sengaja merencanakan melakukan konfigurasi dengan tulisan ‘Save Rohingya’ dan diperkuat dengan bukti-bukti yang cukup untuk menegaskan terjadinya pelanggaran disiplin,” jelas surat PSSI yang diterima oleh manajemen Persib, Kamis (14/9/2017) waktu setempat.

Bobotoh dan manajemen Persib pun geram dan langsung bereaksi. Secara serempak mereka melancarkan protes atas sanksi yang diterbitkan PSSI tersebut.

“PSSI ini seperti tidak punya hati, ya. Harusnya tidak disanksi karena koreografi yang dilakukan oleh Bobotoh itu berisikan pesan kemanusiaan bukan masalah politik. Ya, saya kaget saja dan kecewa,” sebut  Manajer Persib Umuh Muchtar, mengutip laman Kumparan.com.

Aksi protes mereka berupa kegiatan mengumpulkan donasi yang nantinya digunakan untuk membayar denda yang akan diberikan ke PSSI. Menariknya aksi pengumpulan donasi tersebut hanya menerima uang koin saja, hingga terciptalah slogan #KoinuntukPSSI.

Donasi mulai dikumpulkan per tanggal 14 September kemarin. Lokasi pengumpulan koin berpusat di Stadion Sidolig, sementara untuk bobotoh di luar Bandung dilakukan melalui Rumah Zakat. Hingga kini donasi sudah terkumpul hingga Rp 6 juta.

Baca juga: Bandingkan dengan Jokowi, Video Bung Karno Bermain dengan Anak-anak Ini Bikin Heboh Netizen

Tak lama dari pemberian sanksi tersebut, situs resmi PSSI sempat di-hack oleh komunitas yang mengatasnamakan diri Muslim Cyber Security, disitir dalam laman Okezone.com, Kamis (14/9/2017).

Ada pun berdasarkan pantauan Surat Kabar, petang ini situs pssi.org sudah dapat diakses kembali seperti semula.