Catat! Sekarang, Punya HP Harus Dilaporkan di SPT Wajib Pajak


SURATKABAR.ID – Jagad maya baru saja dihebohkan dengan sebuah postingan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak di media sosial Twitter yang mengunggah tentang permintaan kepada wajib pajak untuk melaporkan telepon genggam atau smartphone-nya (HP) ke dalam Surat Pelaporan Harta Tahunan (SPT) pajak.

Terkait dengan hal tersebut, Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Humas Direktorat Jenderal (Ditjen) pajak Hestu Yoga Saksama mengatakan bahwa SPT wajib pajak orang pribadi tak hanya digunakan untuk melaporkan penghasilan saja, melainkan juga harta dari penghasilan tersebut, termasuk telepon genggam.

“Jadi keseluruhan harta termasuk handphone yang dibeli dari penghasilan yang telah dibayar pajaknya wajib dilaporkan dalam (Lampiran) SPT Tahunan,” kata Hestu di Jakarta, Jumat (14/9/2017), dilansir dari kompas.com.

Salah satu tujuan atas kebijakan tersebut, lanjut Hestu, Ditjen Pajak bisa melihat adanya sinkronisasi antara besarnya penghasilan dengan besarnya tambahan harta yang berlangsung dalam satu tahun.

Baca Juga: Ibu Ini Mengadu ke Jokowi Soal Anaknya yang Tewas di Ajang Gladiator

Lebih lanjut, Ditjen Pajak sendiri menjelaskan bahwa undang-undang pajak tidak mengatur tegas batasan nilai maupun jenis dari harta yang harus dilaporkan dalam SPT. Contohnya seperti dalam harta kas, maka simpanan dan investasi memang harus dilaporkan sesuai nilai nominalnya.

Berbeda dengan untuk non kas atau setara kas, maka tidak ada batasan. Namun, terang Hestu, ada azas materialitas yang dapat menjadi pedoman untuk melaporkan harta non kas ke dalam SPT.

“Pakaian, tas, Sepatu atau peralatan rumah tangga, piring, gelas mungkin tidak perlu dialporkan kecuali yang harganya mahal, meskipun tidak dilarang juga kalau mau dilaporkan semua,” katanya.

Selain itu, untuk harta berupa property, kendaraan bermotor, furniture atau barang elektronik, semua harus dilaporkan kecuali harganya sangat murah dan tidak memiliki pengaruh besar kepada total harta wajib pajak.

“Jadi sebenarnya tidak perlu ada kekhawatiran kalau tidak melaporkan harta seperti handphone kalau menurut wajib pajak nilainya itu tidak cukup material dibandingkan profil asset atau penghasilan dia,” pungkas Hestu.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaKalah Dramatis Dari Thailand, Indonesia Gagal Melangkah Ke Final AFF U-18
Berita berikutnyaPresiden Jokowi: Prestasi KPK Memang di OTT